Michael Jackson(lahir 29 Agustus 1958) atau lebih dikenal dengan Jacko — seorang raja musik pop dunia telah menutup usia di umur 50 tahun pada tanggal 25 Juni 2009 lalu. Berita ini tengah mengejutkan seluruh dunia. Semua media menampilkan Jacko sebagai berita utama. Serentak siaran radio dipenuhi oleh tembang-tembang yang dilantunkanoleh penyanyi muda yang memulai karirnya bersama ke4 saudaranya dalam Jackson 5. Fans dan simpatisan beramai ramai mengomentari berita dan mengucapkan belasungkawa di facebook penggemar Michael Jackson. Siapa sangka maestro musik terbaik di jamannya seperti Michael Jackson harus pergi begitu cepat.

Sejak masa mudanya Michael telah ditempa untuk menjadi bintang oleh orang tuanya. Dan memang bintang itu sudah disana sejak usia sangat belia. Memang ironis melihat seorang yang begitu dipuja dan disanjung oleh para pecinta musiknya masih harus merasa terdiskriminasi oleh lahiriahnya yang berkulit hitam. Ia berbesar hati seperti Presiden AS Barrack Obama yang dengan berani menawarkan perubahan yang lebih baik kepada warga AS tanpa harus merasa lain dan kurang. Michael pun mengubah bentuk wajahnya dari hidung, dagu hingga seluruh warna kulitnya pun dia tanggalkan. Ia lebih rapuh dibanding orang-orang seusianya akibat kerasnya hidup sebagai bintang dari mulai masa kecilnya.

Di masa keemasannya dia telah melakukan banyak hal dengan maksimal dan jujur berkarya hingga sampai dengan investasi. Tidak sedikit penghargaan yang telah dikantonginya. Rekor dunia pun dia ciptakan dari penjualan album-albumnya. Tetapi krisis didalam jiwanya tidak mampu menopang seluruh kemegahan dan kejayaan yang telah dia raih. Perlahan dia pun kehilangan arah dan pada puncaknya yaitu disaat dia dituduh sebagai seorang pedophili dan melakukan pelecehan seksual terhadap anak berumur 13 tahun. Kekayaannya pun bocor digunakan untuk mengatasi kasus demi kasus yang telah merusak nama baiknya.

Seorang pengamat pernah menuliskan bahwa Jacko mempunyai kegalauan yang mengakibatkan dirinya sulit mengatasi perbedaan hidupnya didalam pertunjukkan dan diluar pertunjukkan. Dia menghadapi hidupnya dengan selalu menuntut dirinya selalu harus sebaik seperti saat dipertunjukkan. Krisis jiwanya itu benar-benar menenggelamkan hidupnya. Kepopulerannya selalu digunakan media untuk benar benar memojokkannya. Dia pun menunjukan perlawanan atas perasaannya dalam beberapa lagunya di album History yang berjudul ‘Scream’ dan ‘History’. Demikianlah jiwa seni mendorongnya untuk berkarya.

Menjelang konser penutup karirnya yang dijadwalkan Juli ini ternyata dia tidak diperkenankan menutup dengan manis karir suksesnya. Dia keburu terkena gagal jantung yang hingga saat artikel ini disampaikan masih belum jelas apakah murni serangan jantung atau overdosis obat-obatan. Sejak kecelakaan terbakar kepalanya di saat shoting iklan Pepsi, Michael telah kecanduan obat penghilang rasa sakit. Terlebih lagi disaat harus menghadapi tudingan pelecehan seksual, dia semakin parah kecanduan obat penenang.

Saat ini pihak keluarga Jackson meminta dilakukannya otopsi kedua karena mereka tidak mempercayai bahwa Michael tewas akibat serangan jantung. Blm lagi ketidak jelasan hak asuh ketiga anak Michael Jackson sepeninggal dirinya. Jackson juga meninggalkan hutang sebesar 5 triliun kepada promotor konser akibat telah terjualnya tiket dan persiapan menjelang konsernya yang tidak akan bisa terlaksana. Begitu rumit dan pelik untuk dibahas satu per satu.

Sebagai manusia yang tidak luput dari kesalahan marilah kita ambil hikmahnya. Ketidaksempurnaan Michael Jackson yang rapuh memberi pelajaran tentang perlunya kepercayaan dan penerimaan diri dari apa yang telah kita miliki. Kesuksesannya dalam berkarya memberi kita contoh totalitas seseorang yang mampu menyentuh semua kalangan dan menbagikan kebahagiaan untuk dikenang sepanjang masa terlepas dari kekurangannya.

Akhir kata untuk semua penggemar Michael Jackson diseluruh dunia, kita doakan agar ia beristirahat dengan tenang dan inspirasi dari karyanya bisa bermanfaat bagi banyak penggemarnya baik melalui musiknya maupun kisah hidupnya.

MJ’s Fans,
Quang Haryanto