Gempa di Kota PadangTambahkan Sebuah Gambar

Gempa di Kota Padang

30 September 2009 pk.17.6.09(menurut catatan Informasi dari Badan Klimatologi, Meteorologi dan Geofisika) kembali terjadi musibah yang melanda negri ini. Kali ini gempa berkekuatan 7,6 Skala Richter mengguncang [Where]Sumatera Barat terutama Padang Pariaman. Disusul lagi Jambi dihari berikutnya. Perumahan dan gedung rubuh. Desa desa tertimbun tanah longsor. Sebagian orang berhasil menyelamatkan diri dan menyisakan trauma mendalam. Sebagian lagi tidak dapat keluar dari runtuhan dan menghembuskan nafas terakhirnya dibawah timbunan puing dan beton dan tanah. Tetapi masih ada yang belum sepenuhnya tertimpa dan masih terjebak dibawah tembok-tembok yang runtuh. Mereka bertahan dalam kesempitan, kehausan dan kelaparan juga kesakitan. Mereka pasti merasa kuatir apakah bala bantuan akan menemukan mereka segera atau setelah mereka terlanjur meninggal dunia. Dalam keadaan terluka parah mereka tidak bisa berbuat apa apa dibawah sana.

Jalan jalan terisolasi. Bantuan yang datang pun kesulitan mencapai para korban. Evakuasi berjalan lambat karena keterbatasan peralatan. Pengungsi mulai kekurangan air bersih dan pakaian. Makanan dan obat-obatan dinanti nanti. Para Ibu melihat anak-anak mereka ketakutan. Karena orang orang disekitar mereka banyak yang menangis kehilangan. Merintih kesakitan akibat terluka. Menahan lapar dan haus. Sebagian terluka ringan hingga berat dan tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu. 603 korban meninggal dunia tercatat sampai tgl 4 Oktober 2009.

Puing Bangunan

Puing Bangunan

Para pengungsi telah melaporkan kehilangan anggota keluarga mereka. Ada yang telah menemukan jasad dan jenasah keluarga mereka ada yang belum. Mereka merasakan trauma, lapar, haus, takut, sedih kehilangan, sekaigus bersyukur telah selamat. Bayangkan perasaan yang mereka bisa rasakan secara serempak dalam satu waktu. Bayangkan mereka yang masih bertahan didalam runtuhan. Akankah mereka bisa diselamatkan tepat pada waktunya. Itu semua sangat tergantung kepada peralatan dan kegigihan para relawan maupun tim SAR.

Hingga hari ketiga masih banyak yang masih menggali dengan peralatan seadanya. Urgensi ini kurang direspon dengan cepat. Sungguh kasihan para keluarga yang terpisah. Sungguh menderita sepi terluka lapar didalam sana. Mungkin saat ini mereka tengah memohon ampun baik terucap maupun tidak. Memohon agar dosanya bisa dimaafkan. Mendoakaan keluarganya dalam linangan air mata harapan. Memohon agar apabila memang harus pergi, maka mudahkanlah saya pergi, ya, Tuhan.

Bantuan tenaga, dukungan moral dan terutama dana untuk dibelikan makanan, obat-obatan dan air bersih saat ini sangat dibutuhkan oleh para pengungsi. Alat alat berat untuk mengangkat puing pun diharapkan bisa menyelamatkan lebih banyak lagi nyawa. Kita semua merasakan penderitaannya karena kita bersaudara. Bersama sama hidup di tanah air yang sama. Marilah kita berbuat sesuatu untuk meringankan beban mereka. Apapun bisa terlaksana apabila kita bisa bergandengan tangan dan berangkulan dalam keperdulian dan cinta kasih yang tulus untuk sesama.

Saya hanya ingin mengingatkan saja. Apabila siapa pun hendak mengambil keuntungan dari dana sumbangan untuk bantuan bencana, atau baru hanya berniat saja untuk memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi atau mendiskriminasi pemberian bantuan untuk para korban. Ketahuilah bahwa Anda telah sangat berdosa dibanding orang yang tidak berbuat apa-apa.

Berikut rekening-rekeing yang terbuka bagi kita untuk menyalurkan bantuan

Yayasan Tzu Chi:
BCA 865 011 6969 Cabang Pantai Indah Kapuk II An. Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia

TVONE:
Mandiri 125-000-7926-793 SATU UNTUK NEGERI
Hotline gempa 0751 9824971 – 9824980 (10 nomor FREE CALL di Padang)

Telkomsel:
Bagi pelanggan Telkomsel yang ingin menyumbang korban gempa Sumatera.
Ketik SUMBANG kirim ke 5000

Dari Blog KangBoed:
Hotline dan Donasi Gempa Sumatera Barat

Dari Kaskus:
Kaskus Peduli Korban Gempa Sumatera