Entrepreneur – part 1
Siti Ruslina/Eddy Dwinanto Iskandar
Riset: Ratu Nurul Hanifah
Gudang Voucher:
Sukses Berbekal Kepeloporan
Kejelian dan kepeloporan menjadi modal sukses bagi pengelola PT Buana Media Teknologi (BMT) dalam membesarkan Gudang Voucher sejak 2004. Ketika perusahaan ini akan berdiri, banyak perusahaan game yang penjualannya minimal, terutama karena adanya kendala distribusi vocer. Di satu sisi demand tidak terlalu banyak, tetapi di sisi lain dituntut harus bisa mendistribusikan vocer game hingga ke seluruh channel di Indonesia. Alhasil, sulit bagi perusahaan game bisa bertahan.
Dari situ pengelola Gudang Voucher melihat peluang mempermudah distribusi vocer dengan cara menyediakan vocer elektronik sebagaimana vocer telepon seluler sekarang. “Kalau voucher handphone di mana pun orang bisa dapat, tapi kalau voucher content, kan tidak semudah itu mendapatkannya,” kata Gede Buwana Mahartapa, COO BMT. Jadi, Gudang Voucher merupakan pionir di bisnis ini. Dan kini BMT yang didukung 13 karyawan telah sukses menggandeng 40 perusahaan merchant dengan menyediakan vocer untuk 200-an konten, serta memiliki sekitar 75 ribu user. Jumlah ini masih terus bertambah 200-300 user per hari.
Jenis vocer yang disediakan Gudang Voucher tak lagi hanya vocer online game, tetapi juga Voice over Internet Protocol (VoIP) atau vocer kartu hemat seperti Dial 88 dan Halo Phone. Vocer Internet seperti CBN untuk akses hotspot lewat area publik, Speedy, Indosat 3G, Biznet, koneksi fiber optik, dan sebagainya juga bisa digunakan. Bahkan, Gudang Voucher pun menjual vocer Telkom Vision — televisi satelit berbayar dari Telkom. Umumnya, layanan TV berbayar selalu menggunakan sistem pascabayar. Namun, Telkom Vision menawarkan kesempatan membayar dengan vocer dan paket-paket tertentu seperti paket pendidikan.
Yang menarik, dalam setahun Gudang Voucher sanggup mencatatkan omset sekitar Rp 10 miliar. Tentu saja, itu prestasi yang ciamik. Maklum, Buwana mendirikan BMT hanya dengan modal Rp 25 juta, bersama dua rekannya — sejak 2005 pemegang saham bertambah menjadi empat orang, dengan masuknya A. Haryawirasma.
Lulusan D-3 Ekonomi Universitas Gadjah Mada dan D-3 Teknik Elektro Akademi Perindustrian itu mengungkapkan, modal awal pendirian Gudang Voucher berasal dari pendapatan perusahaan sebelumnya. Sebelum Gudang Voucher berdiri, BMT telah aktif menyediakan layanan mobile bagi Federal International Finance (FIF)), yaitu SMS reminder tagihan kredit motor. BMT menangani pula sistem TI di Ramayana Department Store karena sempat menyediakan layanan TI berupa integrasi sistem, pengembangan dan layanan mobile.
Buwana sangat optimistis terhadap prospek Gudang Voucher meski pada 2008 mulai muncul kompetitor. Selama ini penjualannya selalu meningkat 10% per bulan. “Jadi, peningkatan dalam setahun dapat mencapai angka 100%. Ini karena pengguna bertambah dan spesifikasi produk kami juga bertambah,” ujar sulung dari empat bersaudara kelahiran Yogyakarta itu. Terlebih, saat ini Gudang Voucher telah berekspansi hingga Singapura dan Australia. Gudang Voucher menjual vocer elektronik bagi orang di Australia dan Singapura yang memainkan game yang di-publish oleh publisher Indonesia — karena tentu akan sulit bagi mereka memperoleh vocer di sana.
Mengenai kompetisi, Buwana mengakui kini setidaknya ada lima perusahaan sejenis. Para kompetitor tersebut berusaha mendekati merchant-merchant yang telah bekerja sama dengannya. Bahkan, ada yang menjiplak strateginya. Namun, dia optimistis perusahaannya akan terus berkembang. Sejauh ini BMT masih mengandalkan pola pemasaran melalui sosialisasi, selain dengan menampilkan banner di properti milik merchant. “Misalnya, kami bekerja sama dengan Telkom Vision, maka banner atau running text kami ditampilkan di Telkom Vision. Jadi, pemasaran kami dibantu merchant. Itu saja sudah cukup,” kata kelahiran 29 April 1974 itu seraya menjelaskan, ke depan pihaknya akan mengembangkan bisnis e-commerce.
source : SWA
| Print article | This entry was posted by suls on 10 Maret 2010 at 09:11, and is filed under Ekonomi & Bisnis. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |

