Entrepreneur – part 3
Sudarmadi/Kristiana Anissa
Sangkuriang Studio: Orbitkan Wajah Nusantara lewat Game
Meski usia Sangkuriang Studio (SS) relatif baru, namanya sudah cukup tersohor. Bahkan nama perusahaan perangkat lunak ini sampai ke telinga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kala itu, dalam sebuah acara, SBY menyebut-nyebut Nusantara Online – produk yang dikembangkan SS – sebagai contoh teknologi buatan anak negeri.
SS didirikan oleh Oka Sugandi dan teman-temannya dari Institut Teknologi Bandung, tahun 2006. Dalam waktu singkat, SS sudah cukup banyak mengembangkan produknya, yang mereka bagi ke dalam empat kategori.
Pertama, aplikasi multimedia (business to consumer – B2C). Kategori Ini merupakan cikal bakal berdirinya SS, berisi produk aplikasi yang penuh dengan media, seperti gambar, video, animasi, suara, dan sebagainya. Game merupakan bagian dari aplikasi multimedia ini, dan Nusantara Online (www.nusantara-online.com) merupakangame yang jadi produk pertama sekaligus kebanggaan SS.
“Nusantara Online merupakan game online, yang memungkinkan pemain-pemainnya dapat berkelana di dunia tiga dimensi Nusantara masa lampau untuk menyaksikan kembali cerita sejarah, legenda, dan hikayat Majapahit, Sriwijaya, Pajajaran,” tutur Oka Sugandi, CEO SS. Di sini pemain bisa menjadi pendekar, pemanah, penyihir, yang bersatu mempersatukan negeri.
Untuk memproduksi Nusantara Online, SS bekerja sama dengan PT Tele Nusantara Visi yang bertanggung jawab dari sisi konten gambar, video, suara, dan PT Nusantara Wahana Komunika (NWK) yang bertanggung jawab memasarkan Nusantara Online ke masyarakat luas.
Lalu SS juga sudah membuat Accessible-Pong (A-Pong). Ini merupakan game tiga dimensi pingpong online yang juga dapat dimainkan oleh tunanetra. “Tunanetra bermain pingpong di komputer dengan sepenuhnya mengandalkan indra pendengaran,” katanya menginformasikan.
Ada lagi, Angel & AngelLite. Angel merupakan game engine (mesin) untuk membuat game. “Nusantara Online dan A-Pong merupakan game yang dibuat di atas Angel,” lulusan Teknik Informatika ITB ini menjelaskan. AngelLite bersifat open source, yakni masyarakat dapat memanfaatkan game engine ini untuk membuat game secara cuma-cuma.
Kedua, rich Internet application (business-to- business – B2B). Kategori ini berisi produk aplikasi yang berjalan di atas Internet, misalya website dan portal. Sebagai contoh, bersama-sama dengan PT Divusi, SS mengembangkan website resmi pariwisata Indonesia (www.indonesia.travel). Lalu ada medialinks (www.medialinks.co.id), Nusantara online (www.nusantara-online.com), dan Wacana Nusantara (www.wacananusantara.org).
Ketiga, enterprise system (B2B). Kategori ini berisi aplikasi yang bertujuan membantu sebuah perusahaan atau organisasi dapat mengembangkan bisnisnya. Yang sudah dibuat SS adalah kartu fasilitas untuk pengontrolan subsidi BBM dan LPG Indonesia (www.kartufasilitas.com). Lalu sistem Informasi Perancangan Anggaran Biaya dan Pengawasan Proyek Pertamina Sumbagsel, pengembangan portal internal dan eksternal CNOOC SES Ltd., dan SS-Portal sebagai enterprise resource planning system usaha kecil-menengah.
Keempat, navigation & surveillance system (B2B). Kategori ini berisi aplikasi yang berhubungan dengan navigasi dan informasi geografis. Yang sudah dibuat adalah ADSB (teknologi pengganti radar) filter. Bersama-sama dengan PT Infokom mengembangkan sistem yang mendukung Air Traffic Control System di Indonesia. Telah terpasang di Makassar untuk bertukar informasi ADSB dengan Australia.
“Keunikan produk kami adalah easy to use,” ujar kelahiran Surabaya 10 Oktober 1985 ini. Artinya, semua produk ciptaan SS didesain untuk mudah digunakan dan user friendly, di samping fungsionalitasnya tinggi. Menurut Oka, untuk B2B, target pasarnya semua organisasi mulai dari perusahaan kecil hingga multinasional, organisasi nonprofit ataupun pemerintah. Kemudian B2C, targetnya tergantung pada produk yang ditawarkan. Misalnya, Nusantara Online ditargetkan untuk remaja yang telah terbiasa dengan Internet. Sementara A-Pong ditujukan untuk para tunanetra.
Dalam memasarkan produknya, untuk menyasar pasar B2B, SS punya divisi pemasaran yang bekerja secara aktif mencari tender dengan mendatangi perusahaan-perusaha an yang membutuhkan TI. “Strategi untuk B2C, kami memilih tidak masuk ke distribusi produk, tapi kami mencari partner yang telah terbiasa dengan memasarkan produk, karena prosesnya tidak kami kuasai,” tutur Oka. Ia mencontohkan, ketika memasarkan Nusantara Online, pihaknya memilih bekerja sama dengan game publisher, yaitu NWK.
Dilihat dari penghasilannya, SS terus berkembang, mulai dari pendapatan di bawah Rp 100 juta dengan 6 karyawan pada saat perusahaan ini berdiri menjadi beromset di kisaran Rp 500 juta-1 miliar tahun 2009 dengan dukungan 29 karyawan.
Tahun ini, Oka memiliki tiga target, yaitu memiliki 50-65 karyawan, punya kantor cabang representatif di Jakarta, dan menambah omset. “Target omset Rp 1,5-2,5 miliar,” ungkap Oka, yang pernah jadi pemenang pertama Microsoft’s Indonesia Imagine Cup 2007, dan penerima medali emas dalam ajang Indonesia Computer Olympiade.
source : SWA
| Print article | This entry was posted by suls on 17 Maret 2010 at 08:47, and is filed under Ekonomi & Bisnis. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |

