<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Silahkan Mampir Dulu Juragan &#187; fandi</title>
	<atom:link href="http://simadugan.com/author/fandi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://simadugan.com</link>
	<description>Informasi Warisan Budaya Indonesia, Hiburan, Kord dan Lirik Lagu</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Jun 2010 15:13:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pendidikan : Dahulukan Merata ataukah Kualitas?</title>
		<link>http://simadugan.com/2010/01/pendidikan-dahulukan-merata-ataukah-kualitas/</link>
		<comments>http://simadugan.com/2010/01/pendidikan-dahulukan-merata-ataukah-kualitas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 14:30:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[biaya sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[otonomi daerah]]></category>
		<category><![CDATA[pemerataan pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simadugan.com/?p=405</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa saat yang lalu, penulis sempat berbincang-bincang dengan seorang sahabat mengenai kondisi pendidikan di negeri kita tercinta ini. Inti dari perbincangan itu adalah bahwa pendidikan makin tidak terjangkau untuk kalangan menengah kebawah dibeberapa daerah dan kondisi buruknya infrastruktur pendukung serta kualitas pendidikan di luar Pulau Jawa utamanya dikawasan terpencil dan tertinggal.
Seiring dengan program pemerintah untuk <a href="http://simadugan.com/2010/01/pendidikan-dahulukan-merata-ataukah-kualitas/" class="more-link">More &#62;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa saat yang lalu, penulis sempat berbincang-bincang dengan seorang sahabat mengenai kondisi pendidikan di negeri kita tercinta ini. Inti dari perbincangan itu adalah bahwa pendidikan makin tidak terjangkau untuk kalangan menengah kebawah dibeberapa daerah dan kondisi buruknya infrastruktur pendukung serta kualitas pendidikan di luar Pulau Jawa utamanya dikawasan terpencil dan tertinggal.</p>
<p>Seiring dengan program pemerintah untuk menyelesaikan pendidikan dasar 9 tahun dan sokongan sampai perguruan tinggi, nampak sekali bahwa sekarang ada semacam tarik ulur antara pemerintah pusat dan daerah. Disatu pihat tidak mungkin pemerintah pusat memberikan dana menyeluruh untuk pendidikan (yang saya pikir juga logis) dan disatu sisi bahwa tidak semua daerah itu &#8220;kaya&#8221; dan pemimpin daerahnya &#8220;sadar&#8221;.</p>
<p><span id="more-405"></span></p>
<p>Sekarang muncul sebuah pertanyaan apakah dengan dana yang terbatas itu pemerataan pendidikan ataukah kualitas yang didahulukan. Bagi Anda pecinta &#8220;win-win&#8221; solution, saya percaya betul kalau kita mengambil dua-duanya kita menjadi tidak fokus. Disatu sisi dengan pemerataan maka implikasinya adalah biaya pendidikan itu antara Rp. 0 sampai yang benar-benar murah berdasar kondisi ekonomi masyarakat daerah tersebut. Dengan pemerataan didahulukan maka otomatis subsidi untuk pemerataan pendidikan lebih banyak dialokasikan sehingga saya yakin bahwa kualitas akan sedikit tertinggal. Namun disisi lain bila kita menggalakkan kualitas seperti proses Sekolah Standar Nasional ataupun Sekolah Berstandar Internasional, maka tidak bisa dipungkiri pemerataan pendidikan akan berkurang.</p>
<p>Seyogyanya kita berpikir bahwa konstitusi kita mengatur bahwa pemerataan pendidikan lebih diutamakan. Bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan itulah kutipan UUD 1945 kita mengenai pendidikan. Disana diatur bahwa pendidikan merupakan hak warga negara. Bagaimana bila hak tersebut dilucuti dengan &#8220;biaya&#8221; tidak terjangkau? Apakah itu artinya kita sedang mengkhianati konstitusi kita?</p>
<p>Tulisan saya ini tidak berusaha untuk memojokkan siapapun, namun saya ingin bahwa pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan otonominya mengutamakan pemerataan pendidikan baru meningkatkan kualitas. Tentunya dukungan masyarakat dibidang pendidikan haruslah juga berimbang dibandingkan dengan yang diberikan pemerintah. Dengan demikian sinergi tercipta antara masyarakat dengan pemerintah dibidang pendidikan. Saya yakin bila hal ini terjadi maka dalam 50 tahun yang akan datang kita bisa menggapai pendidikan yang bisa dibanggakan dan bersaing dengan negara lain.</p>
<p>Semoga ini bukanlah mimpi penulis saja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simadugan.com/2010/01/pendidikan-dahulukan-merata-ataukah-kualitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ZumoDrive : Simpan Data Gratis Secara Online</title>
		<link>http://simadugan.com/2009/09/zumodrive-simpan-data-gratis-secara-online/</link>
		<comments>http://simadugan.com/2009/09/zumodrive-simpan-data-gratis-secara-online/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 16:13:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi & Gadget]]></category>
		<category><![CDATA[online backup]]></category>
		<category><![CDATA[simpan file online]]></category>
		<category><![CDATA[zumodrive]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simadugan.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[ZumoDrive merupakan suatu fasilitas untuk penyimpanan data pribadi online dan  versi gratisnya mempunyai kuota sebesar 1 GB.  Luar biasanya adalah keterpaduan  sistem ZumoDrive ini. Mulai dari integrasi Drive virtual sampai tampilan Web nya  sungguh luar biasa. Kita dapat menyimpan data semudah “copy-paste” di Windows  Explorer.

Untuk menggunakan ZumoDrive, pergi ke tautan <a href="http://simadugan.com/2009/09/zumodrive-simpan-data-gratis-secara-online/" class="more-link">More &#62;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ZumoDrive merupakan suatu fasilitas untuk penyimpanan data pribadi online dan  versi gratisnya mempunyai kuota sebesar 1 GB.  Luar biasanya adalah keterpaduan  sistem ZumoDrive ini. Mulai dari integrasi Drive virtual sampai tampilan Web nya  sungguh luar biasa. Kita dapat menyimpan data semudah “copy-paste” di Windows  Explorer.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 468px"><a href="http://img121.imageshack.us/img121/2103/20090922222225.jpg"><img title="ZumoDrive" src="http://img121.imageshack.us/img121/2103/20090922222225.jpg" alt="" width="458" height="250" /></a><p class="wp-caption-text">ZumoDrive</p></div>
<p><span id="more-313"></span></p>
<p>Untuk menggunakan ZumoDrive, pergi ke tautan berikut : <a title="http://www.zumodrive.com/download/zumodrive?source=home" href="http://www.zumodrive.com/download/zumodrive?source=home">http://www.zumodrive.com/download/zumodrive?source=home</a></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 476px"><a href="http://img233.imageshack.us/img233/2075/20090922223531.jpg"><img title="Aplikasi ZumoDrive" src="http://img233.imageshack.us/img233/2075/20090922223531.jpg" alt="" width="466" height="344" /></a><p class="wp-caption-text">Aplikasi ZumoDrive</p></div>
<p>Kemudian instalasi software yang telah diunduh tadi. Kemudian ZumoDrive akan  terinstalasi di komputer Anda. Metode untuk pendaftaran sangat mudah dan sangat  “user friendly”. Kontrol ZumoDrive akan muncul di System Tray Windows (apabila  Anda menggunakan Windows)</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 129px"><a href="http://img219.imageshack.us/img219/6503/20090922223055.jpg"><img title="Installer ZumoDrive untuk Windows" src="http://img219.imageshack.us/img219/6503/20090922223055.jpg" alt="" width="119" height="75" /></a><p class="wp-caption-text">Installer ZumoDrive untuk Windows</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 200px"><a href="http://img233.imageshack.us/img233/529/20090922223020.jpg"><img title="ZumoDrive System Tray" src="http://img233.imageshack.us/img233/529/20090922223020.jpg" alt="" width="190" height="25" /></a><p class="wp-caption-text">ZumoDrive System Tray</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 346px"><a href="http://img219.imageshack.us/img219/8034/20090922223244.jpg"><img title="ZumoDrive di Windows menggunakan drive Z:" src="http://img219.imageshack.us/img219/8034/20090922223244.jpg" alt="" width="336" height="426" /></a><p class="wp-caption-text">ZumoDrive di Windows menggunakan drive Z:</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 316px"><a href="http://img219.imageshack.us/img219/3403/20090922223253.jpg"><img title="Folder di ZumoDrive" src="http://img219.imageshack.us/img219/3403/20090922223253.jpg" alt="" width="306" height="110" /></a><p class="wp-caption-text">Folder di ZumoDrive (drive Z:)</p></div>
<p style="text-align: center;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 361px"><a href="http://img190.imageshack.us/img190/6347/20090922223324.jpg"><img title="Data yang tersimpan di ZumoDrive" src="http://img190.imageshack.us/img190/6347/20090922223324.jpg" alt="Data yang tersimpan di ZumoDrive" width="351" height="116" /></a><p class="wp-caption-text">Data yang tersimpan di ZumoDrive (drive Z:)</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 558px"><a href="http://img190.imageshack.us/img190/729/20090922223214.jpg"><img title="ZumoDrive versi Web" src="http://img190.imageshack.us/img190/729/20090922223214.jpg" alt="ZumoDrive versi Web" width="548" height="253" /></a><p class="wp-caption-text">ZumoDrive versi Web, struktur foldernya sama dengan drive Z: di komputer saya</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 478px"><a href="http://img219.imageshack.us/img219/5753/20090922223336.jpg"><img title="Dokumen yang saya simpan dari drive Z: , muncul juga di Web" src="http://img219.imageshack.us/img219/5753/20090922223336.jpg" alt="Dokumen yang saya simpan dari drive Z: , muncul juga di Web" width="468" height="158" /></a><p class="wp-caption-text">Dokumen yang saya simpan dari drive Z: , muncul juga di Web</p></div>
<p>Nah Anda bisa menyimpan dan berbagi foto, dokumen, lagu dan apapun secara  online jadi Anda bisa mengaksesnya dimanapun dan kapanpun.</p>
<p>Cara menyimpan / berbagi dokumen sangat mudah sekali. Apabila Anda terbiasa menggunakan Windows / MacOS pastilah Anda tahu semudah menggunakan operasi file yaitu Copy, Paste, dan Delete.</p>
<p><a href="http://img230.imageshack.us/img230/9112/20090922223146.jpg"><img class="aligncenter" title="Kirim data ke ZumoDrive" src="http://img230.imageshack.us/img230/9112/20090922223146.jpg" alt="" width="427" height="436" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simadugan.com/2009/09/zumodrive-simpan-data-gratis-secara-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Monas, Monumen Api Perjuangan Rakyat Indonesia</title>
		<link>http://simadugan.com/2009/08/monas-monumen-api-perjuangan-rakyat-indonesia/</link>
		<comments>http://simadugan.com/2009/08/monas-monumen-api-perjuangan-rakyat-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 17:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[monas]]></category>
		<category><![CDATA[monumen nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simadugan.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah salah satu dari monumen peringatan yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda. Monas berada pada koordinat: 6°10&#8242;31?S 106°49&#8242;37?E? / ?6.17528°S 106.82694°E? / -6.17528; 106.82694.
Sejarah
Monumen Nasional yang terletak di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, dibangun pada dekade 1961an.
Tugu Peringatan Nasional <a href="http://simadugan.com/2009/08/monas-monumen-api-perjuangan-rakyat-indonesia/" class="more-link">More &#62;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://1.1.1.2/bmi/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/76/Monas_by_day.jpg/180px-Monas_by_day.jpg" alt="" width="180" height="272" />Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah salah satu dari monumen peringatan yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda. Monas berada pada koordinat: 6°10&#8242;31?S 106°49&#8242;37?E? / ?6.17528°S 106.82694°E? / -6.17528; 106.82694.</p>
<p><strong>Sejarah</strong></p>
<p>Monumen Nasional yang terletak di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, dibangun pada dekade 1961an.</p>
<p>Tugu Peringatan Nasional dibangun di areal seluas 80 hektar. Tugu ini diarsiteki oleh Soedarsono dan Frederich Silaban, dengan konsultan Ir. Rooseno, mulai dibangun Agustus 1959, dan diresmikan 17 Agustus 1961 oleh Presiden RI Soekarno. Monas resmi dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.</p>
<p>Pembagunan tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar terbangkitnya inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang.<span id="more-219"></span></p>
<p>Tugu Monas yang menjulang tinggi dan melambangkan lingga (alu atau anatan) yang penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia. Semua pelataran cawan melambangkan Yoni (lumbung). Alu dan lumbung merupakan alat rumah tangga yang terdapat hampir di setiap rumah penduduk pribumi Indonesia.</p>
<p>Lapangan Monas mengalami lima kali penggantian nama yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga.</p>
<p><strong>Konstruksi</strong></p>
<p><img class="alignright" src="http://1.1.1.5/bmi/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d6/Monas_flags_1a.JPG/180px-Monas_flags_1a.JPG" alt="" width="180" height="241" /><br />
Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 132 m.</p>
<p>Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35kg. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.</p>
<p>Pelataran puncak dengan luas 11×11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Arah ke selatan berdiri dengan kokoh dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Bila menoleh ke Barat membentang Bandara Soekarno-Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat lepas landas.</p>
<p>Dari pelataran puncak, 17 m lagi ke atas, terdapat lidah api, terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dan berdiameter 6 m, terdiri dari 77 bagian yang disatukan.</p>
<p>Pelataran puncak tugu berupa “Api Nan Tak Kunjung Padam” yang berarti melambangkan Bangsa Indonesia agar dalam berjuang tidak pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 m dan ruang museum sejarah 8 m. Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45×45 m, merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI (17-8-1945).</p>
<p>Pengunjung kawasan Monas, yang akan menaiki pelataran tugu puncak Monas atau museum, dapat melalui pintu masuk di seputar plaza taman Medan Merdeka, di bagian utara Taman Monas. Di dekatnya terdapat kolam air mancur dan patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda, terbuat dari perunggu seberat 8 ton.</p>
<p>Patung itu dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario di Indonesia. Melalui terowongan yang berada 3 m di bawah taman dan jalan silang Monas inilah, pintu masuk pengunjung ke tugu puncak Monas yang berpagar “Bambu Kuning”.</p>
<p>Landasan dasar Monas setinggi 3 m, di bawahnya terdapat ruang museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80×80 m, dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang.</p>
<p>Pada keempat sisi ruangan terdapat 12 jendela peragaan yang mengabdikan peristiwa sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia. Keseluruhan dinding, tiang dan lantai berlapis marmer. Selain itu, ruang kemerdekaan berbentuk amphitheater yang terletak di dalam cawan tugu Monas, menggambarkan atribut peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kemerdekaan RI, bendera merah putih dan lambang negara dan pintu gapura yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.</p>
<p>Di dalam bangunan Monumen Nasional ini juga terdapat museum dan aula untuk bermeditasi. Para pengunjung dapat naik hingga ke atas dengan menggunakan elevator. Dari atau Monumen Nasional dapat dilihat kota Jakarta dari puncak monumen. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari, mulai pukul 09.00 &#8211; 16.00 WIB.</p>
<p>Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 132 m.</p>
<p>Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35kg. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.</p>
<p>Pelataran puncak dengan luas 11×11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Arah ke selatan berdiri dengan kokoh dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Bila menoleh ke Barat membentang Bandara Soekarno-Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat lepas landas.</p>
<p>Dari pelataran puncak, 17 m lagi ke atas, terdapat lidah api, terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dan berdiameter 6 m, terdiri dari 77 bagian yang disatukan.</p>
<p>Pelataran puncak tugu berupa “Api Nan Tak Kunjung Padam” yang berarti melambangkan Bangsa Indonesia agar dalam berjuang tidak pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 m dan ruang museum sejarah 8 m. Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45×45 m, merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI (17-8-1945).</p>
<p>Pengunjung kawasan Monas, yang akan menaiki pelataran tugu puncak Monas atau museum, dapat melalui pintu masuk di seputar plaza taman Medan Merdeka, di bagian utara Taman Monas. Di dekatnya terdapat kolam air mancur dan patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda, terbuat dari perunggu seberat 8 ton.</p>
<p>Patung itu dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario di Indonesia. Melalui terowongan yang berada 3 m di bawah taman dan jalan silang Monas inilah, pintu masuk pengunjung ke tugu puncak Monas yang berpagar “Bambu Kuning”.</p>
<p>Landasan dasar Monas setinggi 3 m, di bawahnya terdapat ruang museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80×80 m, dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang.</p>
<p>Pada keempat sisi ruangan terdapat 12 jendela peragaan yang mengabdikan peristiwa sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia. Keseluruhan dinding, tiang dan lantai berlapis marmer. Selain itu, ruang kemerdekaan berbentuk amphitheater yang terletak di dalam cawan tugu Monas, menggambarkan atribut peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kemerdekaan RI, bendera merah putih dan lambang negara dan pintu gapura yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.</p>
<p>Di dalam bangunan Monumen Nasional ini juga terdapat museum dan aula untuk bermeditasi. Para pengunjung dapat naik hingga ke atas dengan menggunakan elevator. Dari atau Monumen Nasional dapat dilihat kota Jakarta dari puncak monumen. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari, mulai pukul 09.00 &#8211; 16.00 WIB.</p>
<p>Dikutip dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Monumen_Nasional</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simadugan.com/2009/08/monas-monumen-api-perjuangan-rakyat-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Insiden Penyobekan Bendera Hotel Yamato/Hotel Orange</title>
		<link>http://simadugan.com/2009/08/insiden-penyobekan-bendera-hotel-yamatohotel-orange/</link>
		<comments>http://simadugan.com/2009/08/insiden-penyobekan-bendera-hotel-yamatohotel-orange/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 17:18:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[arek suroboyo]]></category>
		<category><![CDATA[hotel majapahit]]></category>
		<category><![CDATA[hotel orange]]></category>
		<category><![CDATA[hotel yamato]]></category>
		<category><![CDATA[insiden penyobekan bendera]]></category>
		<category><![CDATA[insiden penyobekan bendera surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simadugan.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari RABU WAGE, tanggal 19 September 1945 pada saat kelompok orang-orang Sekutu / Belanda yang tergabung dalam Mastiff Carbolic merupakan salah satu organisasi Anglo Dutch Country Saction (ADCS) yang bergerak di bidang spionase dengan kedok Petugas / Organisasi Palang Merah Internasional beroperasi di Surabaya dan mengunjungi Markas Besar Tentara Jepang yang berkedudukan di Surabaya.

Maka <a href="http://simadugan.com/2009/08/insiden-penyobekan-bendera-hotel-yamatohotel-orange/" class="more-link">More &#62;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://img194.imageshack.us/img194/2755/bendera.jpg" alt="" width="320" height="240" />Pada hari RABU WAGE, tanggal 19 September 1945 pada saat kelompok orang-orang Sekutu / Belanda yang tergabung dalam Mastiff Carbolic merupakan salah satu organisasi Anglo Dutch Country Saction (ADCS) yang bergerak di bidang spionase dengan kedok Petugas / Organisasi Palang Merah Internasional beroperasi di Surabaya dan mengunjungi Markas Besar Tentara Jepang yang berkedudukan di Surabaya.<span id="more-210"></span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://img266.imageshack.us/img266/9080/hotelora.jpg" alt="" width="477" height="308" /></p>
<p>Maka pada saat yang sama ada beberapa orang Belanda yang tergabung dalam Komite Kontak  Sosial mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru) pada tiang bendera sebelah kanan (Utara) Gapura Hotel Yamato (Orange / Mojopahit sekarang). Sehingga dinilai oleh para pejuang dan Arek-arek Suroboyo tindakan orang-orang Belanda tersebut sangat congkak dan tidak simpatik karena merupakan lambang akan ditegakkannya kembali kekuasaan Pemerintah Kolonial Belanda di Bumi Surabaya. Kemudian Resimen SUDIRMAN dengan mengendarai Mobil Sedan Hitam mendatangi Hotel Orange dan memerintahkan dengan tegas kepada Komite Perwakilan Sekutu untuk segera menurunkan bendera Belanda tersebut. Tetapi justru perintah Residen Sudirman tidak diindahkan sama sekali oleh orang-orang Sekutu/Belanda yang berada di Hotel Orange, bahkan Residen Sudirman yangdalam kedudukannya sebagai Pejabat dan Wakil Pemerintah Indonesia malahan ditodong dengan pistol Revolver oleh seorang pemuda Belanda pada waktu itu. Sehingga memicu perkelahian massal yang tidak seimbang antara 20 orang sekutu/Belanda berhadapan dengan massa &#8211; rakyat / Pemuda Surabaya yang berasal dari Genteng, Embong Malang, Praban dan sekitarnya.</p>
<p>Akhirnya beberapa orang pemuda berhasil mendekati dan memanjat dinding serta puncak Gapura Hotel, berhasil menurunkan bendera Belanda dan menyobek bagian birunya serta menaikkan kembali bendera Merah-Putih dengan ukuran yang tidak seimbang dengan diiringi pekikan “MERDEKA”, “MERDEKA”, “MERDEKA”, yang disambut dengan gempita oleh massa Rakyat yang berkerumun di bawah tiang bendera dan berada di depan Hotel Orange.</p>
<p>Tercatat dalam insiden penyobekan bendera Belanda di Hotel Orange tersebut telah gugur sebagai Kusuma Bangsa 4 (empat) orang Pemuda / Arek Suroboyo yaitu Sdr. SIDIK, Sdr. MULYADI, Sdr. HARIONO dan Sdr. MULYONO. Sedangkan dari pihak Warga Belanda Mr. Ploegman tewas terbunuh oleh amukan massa ditusuk senjata tajam.</p>
<p>Dikutip dari : www.petra.ac.id</p>
<p>Hotel Orange/Yamato/Majapahit dimasa kini.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://img204.imageshack.us/img204/4996/tulisan.jpg" alt="" width="320" height="240" /></p>
<p>Pada tanggal 19 September 1945……… ketika melihat bendera merah-putih-biru, berkibar kembali di Hotel Oranye (Yamato Hotel), kemarahan rakyat dan pemuda di Surabaya tidak tertahan lagi. Dengan serempak rakyat bergerak. Suasana menjadi panas, Jalan Tunjungan menjadi lautan manusia yang bergelora………..<br />
Terjadilah……<br />
Insiden bendera, fajar permulaan meletusnya api revolusi, karena rakyat hanya menghendaki supaya Sang Dwi Warna Merah-Putih saja yang berkibar di angkasa Indonesia, sedang si tiga warna harus turun…..<br />
Kemudian……..<br />
Berkibarlah Sang Dwi Warna hingga detik sekarang dan untuk seterusnya sebagai lambang kemegahan dan kejayaan Nusa dan Bangsa Indonesia.</p>
<p>Hotel Majapahit di jaman sekarang (di Jalan Tunjungan Surabaya)</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://img269.imageshack.us/img269/3207/depanp.jpg" alt="" width="320" height="240" /></p>
<p>Tempat / lokasi penyobekan bendera</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simadugan.com/2009/08/insiden-penyobekan-bendera-hotel-yamatohotel-orange/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pancasila, Dasar Negara Yang Luar Biasa</title>
		<link>http://simadugan.com/2009/06/pancasila-dasar-negara-yang-luar-biasa/</link>
		<comments>http://simadugan.com/2009/06/pancasila-dasar-negara-yang-luar-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 05:53:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[agama dan nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[bernegara]]></category>
		<category><![CDATA[pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[pluralisme]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi pancasila]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simadugan.com/2009/06/pancasila-dasar-negara-yang-luar-biasa/</guid>
		<description><![CDATA[Pancasila sebagai dasar negara tidak dapat dipungkiri menjadi pondasi kita untuk berkehidupan berbangsa dan bernegara. Sering kali saya berpikir mengenai Pancasila yang kita kenal sekarang ini yaitu:


Ketuhanan Yang Maha Esa 


Kemanusiaan yang adil dan beradab 


Persatuan Indonesia 


Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 


Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 


Pancasila kalau kita tengok <a href="http://simadugan.com/2009/06/pancasila-dasar-negara-yang-luar-biasa/" class="more-link">More &#62;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Pancasila sebagai dasar negara tidak dapat dipungkiri menjadi pondasi kita untuk berkehidupan berbangsa dan bernegara. Sering kali saya berpikir mengenai Pancasila yang kita kenal sekarang ini yaitu:</p>
<ol>
<li>
<p align="justify">Ketuhanan Yang Maha Esa </p>
</li>
<li>
<p align="justify">Kemanusiaan yang adil dan beradab </p>
</li>
<li>
<p align="justify">Persatuan Indonesia </p>
</li>
<li>
<p align="justify">Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan </p>
</li>
<li>
<p align="justify">Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia </p>
</li>
</ol>
<p align="justify">Pancasila kalau kita tengok sebentar, sebenarnya mengandung unsur dasar : agamis, nasionalis dan sosialis. </p>
<p> <span id="more-134"></span>
<p align="justify">Agamis karena kita sabagai warga negara Indonesia harus berkeyakinan tentang adanya Tuhan, baik yang menganut agama yang disyahkan pemerintah ataupun kepercayaan pribadi/golongan. Sila pertama ini menjunukkan hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan-nya. Kemanusiaan yang adil dan beradab merupakan suatu bingkai kebersamaan antara manusia dalam suatu keharmonisan yang disebut berkeadilan dan peradaban. Sila kedua ini menunjukkan suatu hubungan horizontal dengan sesama manusia.</p>
<p align="justify">Nasionalis merupakan hal yang dibahas dalam sila selanjutnya yaitu kebersamaan rakyat Indonesia dalam satu koridor negara Indonesia. Sila keempat merupakan sutu wujud kekuasaan rakyat yang terwujud dalam kebersamaan melalui permusyawarahan dan perwakilan. Kita tahu pada jaman modern ini model permusyawaratan yang ideal telah dicampur dengan pemungutan suara (vote). Namun bagaimanapun juga identitas kebersamaan dalam pengambilan keputusan bersama tetaplah didasarkan pada musyawarah untuk mufakat.</p>
<p align="justify">Sosialis, merupakan penyeimbang hubungan antar kelas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sila kelima mewujudkan adanya keadilan bagi semua rakyat Indonesia. Menurut saya, keadilan ini harus diejawantahkan dalam semua segi kehidupan, semisal : pembangunan, hukum, politik, ekonomi, kebudayaan dan pertahanan.</p>
<p align="justify">Dalam perjalanan negara dan sejarah kita dimasa lampau, filosofi Pancasila ini sangatlah jelas terukir dalam ragam budaya Nusantara. Kebersamaan, gotong-royong dan musyawarah merupakan salah satu cerminan yang bisa jelas kita lihat. Abad 21 telah kita injak, globalisasi ada didepan mata akankah kita melupakan Pancasila kita? Agaknya sangat naif bila kita mencoba menggeser filosofi kita telah ada selama berabad-abad Nusantara dikenal entah dengan liberalisasi, negara agama ataupun komunis (sosialis kiri).</p>
<p align="justify">Negara kita ini merupakan suatu negara yang sangat unik dengan jumlah suku dan etnis yang beragam, agama yang bermacam-macam dan kultur yang berbeda-beda. Seyogyanya kita dapat merenungkan kembali Pancasila ini, sesekali dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara. Perenungan akan Pancasila dapat meningkatkan taqwa, hubungan baik dengan sesama, hubungan yang indah antara atasan dan bawahan, pejabat dan rakyat serta menciptakan keharmonisan bersama dalam satu bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. </p>
<p align="justify">&#160;</p>
<blockquote><p align="justify">Tulisan diatas merupakan pemikiran penulis sendiri dan merefleksikan apa yang penulis rasakan selama ini.</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simadugan.com/2009/06/pancasila-dasar-negara-yang-luar-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Polisi Tidur, Cerminan Berlalu-lintas Kita</title>
		<link>http://simadugan.com/2009/05/polisi-tidur-cerminan-berlalu-lintas-kita/</link>
		<comments>http://simadugan.com/2009/05/polisi-tidur-cerminan-berlalu-lintas-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 07:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[disiplin berlalu lintas]]></category>
		<category><![CDATA[kedisiplinan]]></category>
		<category><![CDATA[polisi tidur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simadugan.com/2009/05/polisi-tidur-cerminan-berlalu-lintas-kita/</guid>
		<description><![CDATA[Polisi tidur, demikian “fitur” tambahan jalanan kita biasa panggil. Polisi tidur dapat saya artikan sebagai berikut : gundukan semen atau aspal yang digunakan untuk menghalangi pengguna jalan dengan kecepatan tinggi, umumnya diberi warna yang mencolok semisal loreng-loreng hitam putih. Bagi pengguna kendaraan bermotor, polisi tidur merupakan momok yang cukup ditakuti (mungkin lebih ditakuti dari polisi <a href="http://simadugan.com/2009/05/polisi-tidur-cerminan-berlalu-lintas-kita/" class="more-link">More &#62;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a title="Polisi Tidur" href="http://trendy.rasyid.net/wp-content/uploads/2008/11/polisi-tidur2.jpg"><img style="display: inline; margin: 0px 10px 10px 0px" height="162" src="http://trendy.rasyid.net/wp-content/uploads/2008/11/polisi-tidur2.jpg" width="216" align="left" /></a>Polisi tidur, demikian “fitur” tambahan jalanan kita biasa panggil. Polisi tidur dapat saya artikan sebagai berikut : gundukan semen atau aspal yang digunakan untuk menghalangi pengguna jalan dengan kecepatan tinggi, umumnya diberi warna yang mencolok semisal loreng-loreng hitam putih. Bagi pengguna kendaraan bermotor, polisi tidur merupakan momok yang cukup ditakuti (mungkin lebih ditakuti dari polisi itu sendiri) karena terkenal banyak sekali yang celaka entah pengendaranya ataupun onderdil kendaraan cepat rusak. Namun apa sih sebenarnya akar masyarakat membangun “fitur” polisi tidur ini?. Sampai sedemikian parahnyakah budaya berlalu lintas kita?&#160; </p>
<p> <span id="more-96"></span>
<p align="justify">Beberapa waktu yang lalu beberapa orang diperumahan dekat saya tinggal, menyumpah serapahi anak muda yang sedang ngebut dijalanan gang kecil yang biasanya disana banyak anak kecil bermain. Kemudian tidak berselang beberapa lama saya melihat dijalan itu dibangun polisi tidur yang anehnya dibuat dari kayu balok.&#160; </p>
<p align="justify">Dari cerita diatas saya berpikir apakah akar dari polisi tidur ini adalah manusia pengendara kendaraan bermotor yang kurang disiplin?. Kita melihat sendiri dalam praktek berkendara sehari-hari banyak orang yang mamatuhi aturan lalu lintas bila “ada polisi” saja. Kita runut dari awal, pada proses pembuatan SIM saja masih banyak dari kita masih mengandalkan calo untuk memuluskan pembuatan SIM. Bagaimana bisa tahu layak atau tidak mempergunakan kendaraan dijalan raya, tes tulis maupun praktek saja di “by-pass” dengan praktek percaloan ini. Nah, bayangkan apabila orang-orang yang belum tentu lulus ujian tulis dan praktek SIM ini mengendarai kendaraan di jalan raya? Ngeri deh!. Yang paling sering saya jumpai selain dari pembuatan SIM lewat calo adalah anak dibawah umur 17 tahun yang mengendarai kendaraan (entah punya SIM atau tidak), ah ngeri!. </p>
<p align="justify">Disekitar kampung halaman saya di Jawa Timur sering sekali saya jumpai kata-kata “ngebut benjut”, padahal kalimat ini sangat kasar. Mungkin kata-kata “pelan-pelan banyak anak kecil” tidak lagi dipakai karena kurang manjur. Akhirnya dengan paksaan dan nada kasarlah, akhirnya masyarakat membuat polisi tidur dan tulisan ancaman untuk tidak ngebut. Demikianlah gambaran berlalu-lintas kita yang kurang disiplin dan toleransi.</p>
<p align="justify">Mulailah dari diri kita sendiri untuk berpikir hal ini : dengan kendaraan yang Anda kendarai, Anda harus lebih memiliki rasa tanggung jawab dan toleransi yang lebih lagi. Semoga, artikel ini menggugah kesadaran kita berlalu-lintas.</p>
<p align="justify"><strong>Referensi &amp; bacaan:</strong></p>
<p align="justify"><a title="http://riefsa.wordpress.com/2007/08/08/polisi-tidur/" href="http://riefsa.wordpress.com/2007/08/08/polisi-tidur/">http://riefsa.wordpress.com/2007/08/08/polisi-tidur/</a></p>
<p align="justify"><a title="http://riosadja.wordpress.com/2008/05/12/polisi-tidur/" href="http://riosadja.wordpress.com/2008/05/12/polisi-tidur/">http://riosadja.wordpress.com/2008/05/12/polisi-tidur/</a></p>
<p align="justify"><a title="http://blogombal.org/2007/07/01/tanpa-polisi-tidur-semoga-aman/" href="http://blogombal.org/2007/07/01/tanpa-polisi-tidur-semoga-aman/">http://blogombal.org/2007/07/01/tanpa-polisi-tidur-semoga-aman/</a></p>
<p align="justify"><a title="http://id.wikipedia.org/wiki/Polisi_tidur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polisi_tidur">http://id.wikipedia.org/wiki/Polisi_tidur</a></p>
<p align="justify"><strong>Sumber Gambar :</strong></p>
<p align="justify"><a title="http://trendy.rasyid.net" href="http://trendy.rasyid.net">http://trendy.rasyid.net</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simadugan.com/2009/05/polisi-tidur-cerminan-berlalu-lintas-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
