Sosial & Budaya
Keris Mpu Gandring
Jun 22nd
Keris Mpu Gandring adalah senjata pusaka yang terkenal dalam riwayat berdirinya Kerajaan Singhasari di daerah Malang, Jawa Timur sekarang. Keris ini terkenal karena kutukannya yang memakan korban dari kalangan elit Singasari termasuk pendiri dan pemakainya, ken Arok.
Keris ini dibuat oleh seorang pandai besi yang dikenal sangat sakti yang bernama Mpu Gandring, atas pesanan Ken Arok, salah seorang tokoh penyamun yang menurut seorang brahmana bernama Lohgawe adalah titisan wisnu. Ken Arok memesan keris ini kepada Mpu Gandring dengan waktu satu malam saja, yang merupakan pekerjaan hampir mustahil dilakukan oleh para "mpu" (gelar bagi seorang pandai logam yang sangat sakti) pada masa itu. Namun Mpu Gandring menyanggupinya dengan kekuatan gaib yang dimilikinya. Bahkan kekuatan tadi "ditransfer" kedalam keris buatannya itu untuk menambah kemampuan dan kesaktian keris tersebut.
Setelah selesai menjadi keris dengan bentuk dan wujud yang sempurna bahkan memiliki kemampuan supranatural yang konon dikatakan melebihi keris pusaka masa itu. Mpu Gandring menyelesaikan pekerjaannya membuat sarung keris tersebut. Namun belum lagi sarung tersebut selesai dibuat, Ken Arok datang mengambil keris tersebut yang menurutnya sudah satu hari dan haris diambil. Kemudian Ken Arok menguji Keris tersebut dan terakhir Keris tersebut ditusukkannya pada Mpu Gandring yang konon menurutnya
Lompat Batu Nias
Jun 14th
Melompat batu ‘fahombo batu‘ telah menjadi salah satu ciri khas masyarakat Nias. Banyak orang luar yang mengingat atau membayangkan Nias dengan lompat batu, sehingga ada juga yang mengira bahwa semua orang Nias mampu melompat batu yang disusun hingga mencapai ketinggian 2 m dengan ketebalan 40 cm.
Lompat batu merupakan tradisi masyarakat Nias Selatan, khususnya Teluk dalam. Tradisi ini tidak biasa dilakukan oleh masyarakat Nias di wilayah lain, dan hanya kaum laki-laki yang melakukannya. Hal ini juga telah menjadi indikasi perbedaan budaya nenek moyang atau lelehur masyarakat Nias. Yang harus diketahui lagi, tidak pernah ada perempuan Nias yang melompat batu.
Pada mulanya melompat batu, tidaklah seperti yang kita saksikan sekarang. Baik fungsi maupun cara penguasaannya. Dahulu melompat merupakan kombinasi olah raga dan permainan rakyat yang gratis, bukan tradisi komersial.
Uji kekuatan dan ketangkasan
Melompat batu bukan sekedar konsumsi atau atrakasi pariwisata seperti kita lihat sekarang ini. Melompat batu merupakan sarana dan proses untuk menujukkan kekuatan dan ketangkasan para pemuda, sehingga memiliki jiwa heroik yang prestisius.
CANDI BOROBUDUR
Mei 7th
Seniman sekaligus arsitek Belanda bernama W.O.J Nieuwenkamp menulis di dalam bukunya yang berjudul Fiet Borobudur Meer (Danau Borobudur) pada tahun 1931, konon dahulunya Candi Borobudur dibangun di atas sebuah danau purba, sehingga seolah-olah bentuk Borobudur seperti ceplok bunga teratai yang mengapung di atas kolam sebagai perwujudan tempat kelahiran Sang Budha.
Bersama teman-teman dari forum National Geographic Indonesia regional Yogyakarta, saya berkesempatan menelusuri jejak-jejak danau purba di sekitar Borobudur, yang membuat saya seolah-olah sedang kuliah lapangan!
Saya mendengar pernyataan ini langsung dari Ir. Helmy Murwanto, M.Sc., Ir. Sutarto, M.T., dan Dr. Sutanto, tim peneliti dari UPN Veteran Yogyakarta yang telah melakukan penelitian terhadap materi-materi tanah di sekitar Borobudur sejak tahun 1996 hingga sekarang untuk membuktikan hipotesa Nieuwenkamp.
Hipotesa danau purba Nieuwenkamp dianggap sebuah mitos oleh Van Erp, pemimpin tim pemugaran Candi Borobudur pada tahun 1907-1911 dari Belanda. Menurut Van Erp, hipotesa ini ngawur karena tidak didukung bukti-bukti kuat seperti prasasti tentang adanya danau di kawasan itu.
Refleksi Pendidikan Nasional 2 Mei
Mei 2nd
Setiap tanggal 2 Mei Negara kita merayakan acara seremonial, Hari Pendidikan. Tiap tanggal ini kita mempunyai momentum untuk merefleksikan kondisi pendidikan di Indonesia. Media terus membicarakan isu-isu pendidikan yang terjadi di negara kita.
Bagaimana kondisi pendidikan di Negara kita sekarang? terserah pembaca bagaimana menilainya, masing-masing dari kita mempunyai perspektif yang berbeda dalam melihat hal ini. Fakta yang kita lihat bisa dijadikan acuan bagaimana kondisi Pendidikan di Negara kita.

Bandingkan dan Renungkan
Apr 16th
Nama-nama Artalyta dan Gayus Tambunan pasti sudah tidak asing lagi bagi telinga anda, karena dua nama ini pernah menjadi “selebriti” media elektronik di negara kita. Namun apakah pembaca sekalian mengenal nama-nama seperti Daniel Alexander, Budi Soehardi dan Anne Avantie ? Mereka jarang sekali diangkat oleh media elektronik sehingga nama-nama tersebut terasa asing di telinga kita. Penulis disini hanya mengajak kita untuk berfikir sejenak, lalu silahkan bagi para pembaca untuk mencari informasi lebih jauh terhadap apa yang penulis sajikan berikut ini
Yogyakarta (asal-usul)
Mar 17th
Keberadaan Kota Yogyakarta tidak dapat terlepas dari berdirinya Kraton Kasultanan Yogyakarta pada tanggal 13 Februari 1755 bertepatan dengan terlaksananya Perjanjian Giyanti yang menandai terbaginya Kerajaan Mataram Islam menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, meskipun Kasultanan Yogyakarta secara de jure telah ada sejak tahun 1755, namun keberadaan Kota Yogyakarta sebagai ibukota Kasultanan Yogyakarta baru ada pada tanggl 7 Oktober 1756 (berdasarkan sengkalan memet Dwi Naga Rasa Tunggal). Hal ini merupakan pertanda mulai ditempatinya Kraton Yogyakarta sebagai pusat pemerintahan Sultan HB I dimana sebelumnya beliau memerintah dari Pesanggrahan Ambarketawang pada saat Kraton Yogyakarta dibangun. Pemerintah Kota Yogyakarta telah menerbitkan buku tentang Hari Jadi Kota Yogyakarta yang menjelaskan segala sesuatu tentang keberadaan awal Kota Yogyakarta sebagai ibukota Kasultanan Yogyakarta.


