Bait-Bait Terakhir Ramalan Joyoboyo
Sep 10th
Dalam bait-bait terakhir ramalan Joyoboyo digambarkan suasana negara yang kacau penuh carut marut serta terjadi kerusakan moral yang luar biasa. Namun dengan adanya fenomena tersebut kemudian digambarkan munculnya seseorang yang arif dan bijaksana yang mampu mengatasi keadaan. Berikut adalah cuplikan bait-bait tersebut yang menggambarkan ciri-ciri atau karakter seseorang itu :
159.selet-selete yen mbesuk ngancik tutuping tahun sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu; bakal ana dewa ngejawantah; apengawak manungsa; apasurya padha bethara Kresna; awatak Baladewa; agegaman trisula wedha; jinejer wolak-waliking zaman; ?
(selambat-lambatnya kelak menjelang tutup tahun (akhir Kalabendu, menjelang Kalasuba); akan ada dewa tampil; berbadan manusia; berparas seperti Batara Kresna; berwatak seperti Baladewa; bersenjata trisula wedha; tanda datangnya perubahan zaman; ?)
Kakek Pembuat Jam
Sep 3rd
Seorang kakek sedang bekerja dibawah keremangan sinar lampu. Dengan perlahan dan sabar ia mengambil bagian terakhir dari karyanya. Memasangnya menjadi sebuah jam penunjuk waktu yang terlihat kokoh. Kening Sang Kakek keriput tetapi wajahnya terlihat bergembira. Ia telah menantikan waktu ini sejak lama. Kemudian sang kakek mulai memberikan detaknya yang pertama dengan sedikit mengayunkan bandul jam tersebut. Dengan lirh ia mulai berkata, “Wahai jam ku yang rupawan aku ucapkan selamat atas hari jadimu.”
Alkisah Jam itu seperti tersenyum dengan 2 jarum tipis sebagai bibirnya. More >
SEMAR (asal-usul)
Sep 1st
Wayang Purwa adalah perlambang kehidupan manusia di dunia i
ni. Pada intinya, wayang berasal dari dewa-dewa bernama Hyang Manikmaya (Betara Guru) dan Hyang Ismaya (Semar). Mereka adalah putera dari Hyang Tunggal. Hyang Tunggal tidak diwujudkan dalam wayang. Kedua putera itu muncul secara bersamaan dalam bentuk cahaya. Manikmaya bercahaya bersinar-sinar. Ismaya bercahaya kehitam-hitaman. Kedua cahaya ini berebut untuk mendapatkan status sebagai yang tertua diantara mereka.
Kemudian Hyang Tunggal bersabda, bahwa yang tertua adalah cahaya yang kehitam-hitaman, tetapi diramalkan bahwa dia tak dapat berjiwa sebagai Dewa Ia diberi nama Ismaya. Karena ia memiliki sifat sebagai manusia maka dititahkan More >
Ibadah Puasa
Agu 31st
Bulan Ramadhan bulan penuh ampunan. Di bulan ini banyak rekan muslim kolega saya menjalankan puasa. Siang hari pantry mendadak sepi dimana biasanya bekal makan siang sudah berbaris disana. Tetapi niat dan semangat kerohanian mereka patut diteladani. Puasa bisa dianggap sebagai metode yang ditemukan oleh Nabi Muhammad untuk melatih umat-umatnya untuk merasakan indahnya kesabaran. Memberi kesempatan 1 bulan penuh bagi umat Islam untuk melihat kedalam diri mereka. Praktik tidak makan di siang hari ini otomatis memaksa pikiran agak lebih terkendali karena kita harus selalu ingat kalau energi perlu dihemat. Pikiran perlu disemayamkan dalam ketenangan yang tentram. Toleransi pun tumbuh dan emosi negatif perlahan terabaikan. More >
Pengumuman Pemenang KUIS SIMADUGAN MERDEKA
Agu 19th
Selamat kami ucapkan kepada pemenang KUIS SIMADUGAN MERDEKA. Terima kasih kepada seluruh partisipan yang telah berpartisipasi dan memberikan masukkan yang berharga untuk Simadugan. Dengan ini semoga kami terus bertumbuh dan bisa memberikan informasi ringan, menyegarkan tetapi bermanfaat untuk para Simaduganers sekalian.
Dari sejumlah jawaban yang masuk, kami menyeleksi hanya jawaban-jawaban yang paling benar dan mendapatkan sebuah pemenang yaitu Saudari Delvianti. Berikut Jawabannya :
More >
Ir. Soekarno untuk Indonesia Merdeka
Agu 15th
Ir. Soekarno
Bangsa Indonesia memiliki seorang proklamator yang patut dibanggakan. Soekarno, lahir di Blitar, Jatim, 6 Juni 1901 , dengan penuh keyakinan memotivasi rakyatnya bersatu berjuang untuk bisa ‘berdiri di atas kaki sendiri’ dalam arti yang sebenar benarnya. Baginya tidak ada kesuksesan yang nyata apabila selalu mengandalkan bantuan dari dunia Barat. Soekarno, yang semasa kecil dipanggil Kusno, sangat yakin atas kemampuan sumber daya bangsa Indonesia. Pada suatu kesempatan dengan berani ia berkata kepada Amerika Serikat, “Go to hell with your aids.” Persetan dengan bantuanmu.
Ia juga kerap mengumandangkan slogan “Gantungan cita cita mu setinggi bintang” untuk membawa rakyatnya menuju kehidupan sejahtera, adil dan makmur.
Dengan penuh kewibawaan Soekarno menggelorakan persatuan bagi seluruh rakyatnya. Sepak terjangnya di dunia politik sangat berani dan cukup membuat segan penjajah dan negara-negara maju. Ia berseru kepada negara-negara berkembang yang saat itu baru merdeka untuk bersatu. Bersama sama bergotong royong untuk maju dan menghindari perpecahan.
More >

