<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Silahkan Mampir Dulu Juragan &#187; indonesia</title>
	<atom:link href="http://simadugan.com/tag/indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://simadugan.com</link>
	<description>Informasi Warisan Budaya Indonesia, Hiburan, Kord dan Lirik Lagu</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Jun 2010 15:13:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Lompat Batu Nias</title>
		<link>http://simadugan.com/2010/06/lompat-batu-nias/</link>
		<comments>http://simadugan.com/2010/06/lompat-batu-nias/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 16:31:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suls</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[fahombo batu]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[lompat batu]]></category>
		<category><![CDATA[nias]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simadugan.com/2010/06/lompat-batu-nias/</guid>
		<description><![CDATA[Melompat batu &#8216;fahombo batu&#8216; telah menjadi salah satu ciri khas masyarakat Nias. Banyak orang luar yang mengingat atau membayangkan Nias dengan lompat batu, sehingga ada juga yang mengira bahwa semua orang Nias mampu melompat batu yang disusun hingga mencapai ketinggian 2 m dengan ketebalan 40 cm.
Lompat batu merupakan tradisi masyarakat Nias Selatan, khususnya Teluk dalam.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Melompat batu &#8216;<em>fahombo batu</em>&#8216; telah menjadi salah satu ciri khas masyarakat Nias. Banyak orang luar yang mengingat atau membayangkan Nias dengan lompat batu, sehingga ada juga yang mengira bahwa semua orang Nias mampu melompat batu yang disusun hingga mencapai ketinggian 2 m dengan ketebalan 40 cm.</p>
<p align="justify">Lompat batu merupakan tradisi masyarakat Nias Selatan, khususnya Teluk dalam. Tradisi ini tidak biasa dilakukan oleh masyarakat Nias di wilayah lain, dan hanya kaum laki-laki yang melakukannya. Hal ini juga telah menjadi indikasi perbedaan budaya nenek moyang atau lelehur masyarakat Nias. Yang harus diketahui lagi, tidak pernah ada perempuan Nias yang melompat batu.</p>
<p align="justify"><a href="http://meiprieva.files.wordpress.com/2008/08/lompat-batu2.jpg"><img src="http://meiprieva.files.wordpress.com/2008/08/lompat-batu2.jpg" width="562" height="372" /></a> </p>
<p align="justify">Pada mulanya melompat batu, tidaklah seperti yang kita saksikan sekarang. Baik fungsi maupun cara penguasaannya. Dahulu melompat merupakan kombinasi olah raga dan permainan rakyat yang gratis, bukan tradisi komersial.</p>
<p align="justify"><strong>Uji kekuatan dan ketangkasan</strong></p>
<p align="justify">Melompat batu bukan sekedar konsumsi atau atrakasi pariwisata seperti kita lihat sekarang ini. Melompat batu merupakan sarana dan proses untuk menujukkan kekuatan dan ketangkasan para pemuda, sehingga memiliki jiwa heroik yang prestisius.</p>
<p> <span id="more-566"></span>
<p align="justify"></p>
<p align="justify">Jika seorang putra dari satu keluarga sudah dapat melewati batu yang telah disusun berdempet itu dengan cara melompatinya, hal ini merupakan satu kebanggaan bagi orangtua dan kerabat lainnya bahkan seluruh masyarakat desa pada umumnya. Itulah sebabnya setelah anak laki-laki mereka sanggup melewati, maka diadakan acara syukuransederhana dengan menyembelih ayam atau hewan lainnya. Bahkan ada juga bangsawan yang menjamu para pemuda desanya karena dapat melompat batu dengan sempurna untuk pertama kalinya. Para pemuda ini kelak akan menjadi pemuda pembela kampungnya &#8216;<em>samu&#8217;i mbanua atau la&#8217;imba hor&#246;</em>,&#8217; jika ada konflik dengan warga desa lain.</p>
<p align="justify"><strong>Kedewasaan dan Kematangan Fisik</strong></p>
<p align="justify">Melihat kemampuan seorang pemuda yang dapat melompat batu dengan sempurna, maka ia dianggap telah dewasa dan matang secara fisik. Karena itu hak dan kewajiban sosialnya sebagai orang dewasa sudah bisa dijalankan. Misalnya: menikah, membela kampungnya atau ikut menyerbu desa musuh dsb. Salah satu cara untuk mengukur kedewasaan dan kematangan seorang lelaki adalah dengan melihat kemampuan motorik di atas batu susun setinggi ! 2 meter.</p>
<p align="justify"><strong>Teknis Penguasaan Tradisi lompat batu</strong></p>
<p align="justify">Karena suatu kebanggaan, maka setiap pemuda tidak mau kalah dengan yang lain. Sejak umur sekitar 7-12 tahun atau sesuai dengan pertumbuhan seseorang, anak-anak laki-laki biasanya bermain dengan melompat tali. Mereka menancapkan dua tiang sebelah menyebelah, membuat batu tumpuan, lalu melompatinya. Dari yang rendah, dan lama-lama ditinggikan. Ada juga dengan bantuan dua orang teman yang memegang masing-masing ujung tali, dan yang lain melompatinya secara bergilir. Mereka bermain dengan semangat kebersamaan dan perjuangan.</p>
<p align="justify">Untuk latihan dan permainan, sekumpulan anak laki-laki menumpuk tanah liat dan membentuknya seperti lompat batu, walaupun ketinggiannya tidak sama. Mulai dari satu meter. Setelah mampu melewati itu, maka mereka menumpuk tanah liat untuk menambah ketinggiannya. Permainan ini telah membuat anak-anak terbiasa melompat hingga dapat melompat batu setinggi dua meter dengan sempurna. Bahkan ada yang lebih.</p>
<p align="justify">Agar lebih mahir, pada sore hari, ketika para pemuda desa pulang dari ladang, maka mereka beramai-ramai latihan melompat batu. Terlebih pada sore hari minggu atau hari besar lainnya. Melompat batu merupakan sarana olah raga dan permainan yang menyenangkan bagi mereka dan menarik perhatian penonton.</p>
<p align="justify"><strong>Tidak semua dapat melompat batu</strong></p>
<p align="justify">Walaupun latihan terus, ternyata tidak semua laki-laki dapat melompat. Ada yang sangkut-sangkut terus. Bahkan ada juga yang sampai kecelakaan, misalnya patah lengan, kaki dll. Ada kepercayaan bahwa hal ini dipengaruhi oleh faktor genetika. Jika ayahnya atau kakeknya seorang pemberani dan pelompat batu, maka d antara para putranya pasti ada yang dapat melompat batu. Kalau ayahnya dahulu adalah seorang pelompat batu semasih muda, maka anak-anaknya pasti dapat melompat walaupun latihannya sedikit. Bahkan ada yang hanya mencoba satu-dua kali, lalu, bisa melompat dengan sempurna tanpa latihan dan pemanasan tubuh.</p>
<p align="justify">Kemampuan dan ketangkasan melompat batu juga dihubungkan dengan kepercayaan lama. Seseorang yang baru belajar melompat batu, ia terlebih dahulu memohon restu dan meniati roh-roh para pelompat batu yang telah meninggal. Ia musti memohon izin kepada arwah para leluhur yang sering melompati batu tersebut. Tujuanya untuk menghindari kecelakaan atau bencana bagi para pelompat ketika sedang mengudara, lalu menjatuhkan diri ke tanah. Sebab banyak juga pelompat yang gagal dan mendapat kecelakaan.</p>
<p align="justify"><strong>Konflik antar kampung</strong></p>
<p align="justify">Dahulu, melompat batu merupakan kebutuhan dan persiapan untuk mempertahankan diri dan membela nama kampung. Apapun dikorbankan demi kehormatan pada kampung sendiri &#8216;<em>fabanuasa</em>.&#8217; &#8220;<em>&#214;ndr&#246;ra va banuasa, kiri-kiri mbambat&#246;</em>.&#8221; Itulah motto dan prinsip dalam membela dan mempertahankan nama kampung. Artinya, rasa patriotis pada kampung lebih utama dari pada hubungan kekerabatan. Kejadian pada salah seorang warga kampung, merupakan peristiwa pada seluruh warga. Misalnya: Jika salah seorang warga kampung A disakiti oleh warga desa B, maka warga desa A yang lain akan turut membalasnya. Demikian sebaliknya. Hal ini menjadi sumber konflik antar kampung yang penyelesaianya kompleks dan meninggalkan dendam kesumat &#8216;<em>hor&#246; manana.</em>&#8216;</p>
<p align="justify">Banyak penyebab konflik dan perang antar kampung. Misalnya: Masalah perbatasan tanah, perempuan dan sengketa lainnya. Hal ini mengundang desa yang satu menyerang desa yang lain, sehingga para prajurit &#8216;<em>samu&#8217;i</em>&#8216; yang ikut dalam penyerangan, harus memiliki ketangkasan melompat untuk menyelamatkan diri.</p>
<p align="justify">Akan tetapi dahulu, ketika tradisi berburu kepala manusia &#8216;<em>mangai h&#246;g&#246;</em>&#8216; masih dijalankan, peperangan antar kampung juga sangat sering terjadi. Ketika para pemburu kepala manusia dikejar atau melarikan diri, maka mereka harus mampu melompat pagar atau benteng desa sasaran yang telah dibangun dari batu atau bambu atau dari pohon &#8216;<em>tali&#8217;anu</em>&#8216; supaya tidak terperangkap di daerah musuh.</p>
<p align="justify">Itu juga sebabnya desa-desa didirikan di atas bukit atau gunung &#8216;<em>hili</em>&#8216; supaya musuh tidak gampang masuk dan tidak cepat melarikan diri.</p>
<p align="justify"><strong>Benteng Desa</strong></p>
<p align="justify">Ketangkasan melompat dibutuhkan karena dahulu setiap desa telah dipagar atau telah membuat benteng pertahanan yang dibuat dari batu, bambu atau bahan lain yang sulit dilewati oleh musuh. Ada juga yang menggali lubang di sekeliling perkampungan supaya musuh-musuh jatuh ke dalamnya ketika melarikan diri atau memasuki desa sasaran.</p>
<p align="justify">Benteng-benteng desa yang dulunya disusun dari batu, sudah tidak kelihatan lagi sekarang, karena keserakahan manusia. Diruntuhkan dan diambil sebagai bahan bangunan.</p>
<p align="justify">Para pemuda yang kembali dengan sukses dalam misi penyerangan desa lain, akan menjadi pahlawan di desanya. Jika mereka menang dan tidak ada yang tewas di antara mereka, maka menjelang tiba di kampung, dekat gerbang desa &#8216;<em>bawag&#246;li</em>,&#8217; mereka berarak dan berteriak sembari melagukan &#8220;Hoho&#8221; kemenangan.</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">sumber : </p>
<p align="justify"><a href="http://mediawarisan.wordpress.com/2003/08/01/fahombo-batu-tiada-duanya-di-dunia-hanya-di-nias-ada/">http://mediawarisan.wordpress.com/2003/08/01/fahombo-batu-tiada-duanya-di-dunia-hanya-di-nias-ada/</a></p>
<p align="justify"><a href="http://meiprieva.files.wordpress.com/2008/08/lompat-batu2.jpg">http://meiprieva.files.wordpress.com/2008/08/lompat-batu2.jpg</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simadugan.com/2010/06/lompat-batu-nias/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CANDI BOROBUDUR</title>
		<link>http://simadugan.com/2010/05/candi-borobudur/</link>
		<comments>http://simadugan.com/2010/05/candi-borobudur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 16:15:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suls</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[candi]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[keajaiban dunia]]></category>
		<category><![CDATA[warisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simadugan.com/2010/05/candi-borobudur/</guid>
		<description><![CDATA[Seniman sekaligus arsitek Belanda bernama W.O.J Nieuwenkamp menulis di dalam bukunya yang berjudul Fiet Borobudur Meer (Danau Borobudur) pada tahun 1931, konon dahulunya Candi Borobudur dibangun di atas sebuah danau purba, sehingga seolah-olah bentuk Borobudur seperti ceplok bunga teratai yang mengapung di atas kolam sebagai perwujudan tempat kelahiran Sang Budha.

Bersama teman-teman dari forum National Geographic]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Seniman sekaligus arsitek Belanda bernama <em><i>W.O.J Nieuwenkamp</i></em> menulis di dalam bukunya yang berjudul <em><i>Fiet Borobudur Meer</i></em> (Danau Borobudur) pada tahun 1931, konon dahulunya Candi Borobudur dibangun di atas sebuah danau purba, sehingga seolah-olah bentuk Borobudur seperti ceplok bunga teratai yang mengapung di atas kolam sebagai perwujudan tempat kelahiran Sang Budha.
<p align="justify"><img src="http://mepow.files.wordpress.com/2009/03/borobudur-temple-292612-lw.jpg" width="488" height="366">
<p align="justify">Bersama teman-teman dari <a href="http://forum.nationalgeographic.co.id/">forum National Geographic Indonesia</a> regional Yogyakarta, saya berkesempatan menelusuri jejak-jejak danau purba di sekitar Borobudur, yang membuat saya seolah-olah sedang kuliah lapangan!
<p align="justify">Saya mendengar pernyataan ini langsung dari Ir. Helmy Murwanto, M.Sc., Ir. Sutarto, M.T., dan Dr. Sutanto, tim peneliti dari UPN Veteran Yogyakarta yang telah melakukan penelitian terhadap materi-materi tanah di sekitar Borobudur sejak tahun 1996 hingga sekarang untuk membuktikan hipotesa Nieuwenkamp.
<p align="justify"><img src="http://vibizdaily.com/resources/images/uploaded/image/SOSBUD/borobudur britannicaCom.jpg">
<p align="justify">Hipotesa danau purba Nieuwenkamp dianggap sebuah mitos oleh <em><i>Van Erp</i></em>, pemimpin tim pemugaran Candi Borobudur pada tahun 1907-1911 dari Belanda. Menurut Van Erp, hipotesa ini ngawur karena tidak didukung bukti-bukti kuat seperti prasasti tentang adanya danau di kawasan itu.</p>
<p><span id="more-538"></span>
<p align="justify">
<p align="justify">Hipotesa Nieuwenkamp ini lah yang membuat Pak Helmy yang orang Muntilan, Magelang, ini bersama kawan-kawannya tertarik meneliti materi endapan lempung hitam yang ada di dasar sungai sekitar Candi Borobudur yaitu Sungai Sileng, Sungai Progo, dan Sungai Elo.
<p align="justify">Ir. Helmy Murwanto, M.Sc., menunjukkan lempung hitam yang ditelitinya
<p align="justify">Sampel lempung hitam yang sekilas bentuknya seperti arang basah ini kemudian diteliti dengan analisis radio karbon C-14. Ternyata lempung hitam ini banyak mengandung serbuk sari (<em><i>pollen</i></em>) dari tanaman komunitas rawa atau danau, antara lain <em><i>Commelina</i></em>, <em><i>Cyperaceae</i></em>,<em><i>Nymphaea stellata</i></em>, dan <em><i>Hydrocharis</i></em>, juga fosil kayu. Dalam bahasa populer, flora ini adalah tanaman teratai, rumput air, dan paku-pakuan yang mengendap di danau saat itu. Dari analisis ini pula diketahui ternyata endapan lempung hitam bagian atas berumur 660 tahun.
<p align="justify">Pada tahun 2001, Pak Helmy dan tim melakukan pengeboran lempung hitam pada kedalaman 40 meter. Setelah dianalisis dengan radio karbon C-14 diketahui lempung hitam itu berumur 22 ribu tahun. Maka dari hasil ini bisa disimpulkan kalo danau ini sudah ada sejak 22 ribu tahun lalu (zaman <em><i>Plistosen</i></em>), dan berakhir di sekitar akhir abad ke-10 hingga abad ke-13.
<p align="justify">Dr. Sutanto menjelaskan proses terjadi endapan material vulkanik
<p align="justify">Candi Borobudur konon dibangun di atas daratan (bukit) yang terbentuk karena timbunan endapan-endapan material vulkanik dari beberapa gunung di sekitarnya, yang terbawa oleh sungai-sungai yang bermuara ke danau ini, antara lain Sungai Pabelan dari Gunung Merapi, Sungai Elo dari Gunung Merbabu, Sungai Progo dari Gunung Sumbing dan Sindoro.
<p align="justify">Sungai-sungai yang ada sekarang di sekitar Borobudur dulunya bermuara di danau purba ini. Namun seiring terbendungnya aliran-aliran sungai oleh material vulkanik, akhirnya danau ini mengering dan membuat sungai-sungai yang dulunya bemuara di danau ini mencari jalurnya sendiri hingga sekarang mengarah ke Laut Selatan.
<p align="justify">Namun ada teori lain yang mengatakan bahwa danau ini sudah mengering jauh sebelum Borobudur dibangun, yaitu sebelum abad ke-8. Bahkan diperkirakan di lingkungan tersebut sudah terdapat pemukiman penduduk ketika Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra dengan arsitek Gunadharma ini.
<p align="justify">Hal ini bisa ditengarai dari pemakaman umum di beberapa desa di sekitar Borobudur yang berumur sebelum tahun 1300. Nisan makam kuno terbuat dari kayu jati relatif tipis, bukan dari batu. Teori ini dikemukakan oleh budayawan Aris Sutomo, penulis buku <em><i>Temples of Java</i></em>.
<p align="justify">Yang menarik, ada dugaan lain bahwa awalnya danau ini bagian dari laut yaitu terbentuk dari laut yang terjebak, karena ditemukannya beberapa sumur yang airnya asin di di Desa Candirejo, Sigug, dan Ngasinan. Selain itu, bebatuan karang di Bukit Menoreh di sebelah selatan Borobudur ditengarai sebagai karang laut zaman dahulu.
<p align="justify">Bila Van Erp mempertanyakan bukti-bukti prasasti, tim Helmy menggunakan prasasti toponim (asal mula penamaan) nama daerah di sekitar Borobudur, yang berkaitan dengan lingkungan air. Misalnya nama desa Bumi Segoro di sebelah barat daya Borobudur, yang mana “bumi” berarti daratan dan “segoro” berarti laut atau danau. Juga ada desa bernama Sabrang Rowo (menyeberang rawa/danau) di sebelah selatan Borobudur.
<p align="justify">Lapisan tanah di salah satu tepi Sungai Progo
<p align="justify">Penelitian tim dari UPN ini bertujuan untuk mencari tahu sejarah perkembangan lingkungan Borobudur dari waktu ke waktu, mulai dari awal terbentuknya danau, yaitu dugaan air laut yang terjebak hingga berkembang menjadi danau, kemudian danau menjadi rawa, dan rawa menjadi dataran, menggunakan analisis lapisan tanah dan batuan.
<p align="justify">Selain tim peneliti dari UPN ini, penelitian serupa untuk membuktikan hipotesa Nieuwenkamp juga dilakukan pernah oleh seorang ahli geologi bernama <em><i>Van Bemmelen</i></em> pada tahun 1949.
<p align="justify">Dalam bukunya yang berjudul <em><i>The Geology of Indonesia</i></em> (Geologi Indonesia), Van Bemmelen menyebutkan di daerah Magelang bagian selatan dulu pernah terbentuk danau yang terbentuk oleh letusan kuat dari Gunung Merapi tahun 1006 M (meski beberapa ahli mempertanyakan catatan tahun letusan Merapi tahun 1006 M ini).
<p align="justify">Letusan ini mengakibatkan sebagian puncak Merapi longsor ke arah barat daya, kemudian tertahan oleh Bukit Menoreh bagian timur yang berada di selatan daerah Borobudur. Akibatnya, material longsoran tersebut membendung aliran Kali Progo di timur Borobudur, sehingga terbentuklah genangan yang luas di dataran Magelang bagian selatan. Setelah berabad-abad, sumbatan yang membendung Kali Progo hilang oleh proses erosi, akhirnya danau mengering.
<p align="justify">Dr. Sutanto bersama rekan-rekan Forum NGI regional Jogja
<p align="justify">Nah, bila memang benar di sekeliling Borobudur saat itu terdapat danau atau rawa, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimanakah batu-batu ini dibentuk dan bagaimana batu-batu ini dibawa ke bukit Borobudur untuk disusun menjadi candi. Apakah batu dibawa dalam bentuk utuh atau sudah berbentuk potongan-potongan balok batu?
<p align="justify">Bila batuan dibawa dalam bentuk balok-balok itu, di manakah bengkel pemotongan batu ini? Bila memang dilakukan di tempat lain, di mana kah letak pemotongan batu ini? Bila batu dibawa dalam bentuk utuh kemudian dibentuk di bukit Borobudur, di mana kah “sampah” batu bekas ukiran dibuang?
<p align="justify">Borobudur rupanya mempunyai sejarah dan pesona yang sampai sekarang masih menjadi misteri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simadugan.com/2010/05/candi-borobudur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Budaya dan Seni Indonesia</title>
		<link>http://simadugan.com/2010/01/budaya-dan-seni-indonesia/</link>
		<comments>http://simadugan.com/2010/01/budaya-dan-seni-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 14:42:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[adat]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cerita rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[gotong royong]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pulau]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[tari]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[ukiran]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simadugan.com/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia kaya dalam seni dan budaya yang berkaitan dengan agama dan tradisi kuno dari zaman awal migran dengan pikiran Barat yang dibawa oleh para pedagang Portugis dan penjajah Belanda. Prinsip-prinsip dasar panduan hidup yang mencakup konsep gotong-royong atau &#8220;gotong royong&#8221; dan konsultasi atau musyawarah &#8220;untuk mencapai konsensus atau&#8221; mufakat &#8220;Berasal dari kehidupan pedesaan, sistem ini]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/69/Batik-Yogyakarta.jpg/180px-Batik-Yogyakarta.jpg" alt="Pembuatan Batik di Jogjakarta" width="180" height="132" />Indonesia kaya dalam seni dan budaya yang berkaitan dengan agama dan tradisi kuno dari zaman awal migran dengan pikiran Barat yang dibawa oleh para pedagang Portugis dan penjajah Belanda. Prinsip-prinsip dasar panduan hidup yang mencakup konsep gotong-royong atau &#8220;gotong royong&#8221; dan konsultasi atau musyawarah &#8220;untuk mencapai konsensus atau&#8221; mufakat &#8220;Berasal dari kehidupan pedesaan, sistem ini masih sangat banyak digunakan dalam kehidupan masyarakat di seluruh negara.<br />
<img class="alignright" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8b/Gamelan-Yogyakarta.jpg/180px-Gamelan-Yogyakarta.jpg" alt="Pemain Gamelan" />Meskipun sistem hukum didasarkan pada kode pidana Belanda lama, kehidupan sosial serta upacara adat didasarkan pada atau &#8220;adat&#8221; hukum yang berbeda dari daerah ke daerah. &#8220;Adat&#8221; hukum memiliki dampak yang mengikat kehidupan dan Bahasa Indonesia dapat disimpulkan bahwa undang-undang ini telah memainkan peranan dalam mempertahankan hak-hak yang sama bagi perempuan dalam masyarakat. Pengaruh agama pada masyarakat yang berbeda-beda jelas dari pulau ke pulau.<span id="more-398"></span></p>
<p>Tidak seperti beberapa negara bentuk-bentuk seni di Indonesia tidak hanya didasarkan pada cerita rakyat, seperti yang banyak dikembangkan di pengadilan seperti mantan kerajaan-kerajaan di Bali, di mana mereka adalah bagian dari upacara keagamaan. Drama tari yang terkenal di Jawa dan Bali berasal dari mitologi Hindu dan sering menampilkan fragmen dari Ramayana dan Mahabharata epos Hindu.<br />
Sangat bergaya dalam gerakan dan kostum, tarian dan &#8220;wayang&#8221; drama yang disertai dengan penuh &#8220;gamelan&#8221; orkestra terdiri xylophone, drum, gong, dan dalam beberapa kasus instrumen string dan seruling. Xylophone bambu yang digunakan di Sulawesi Utara dan bambu &#8220;angklung&#8221; instrumen Jawa Barat terkenal denting catatan mereka yang unik yang dapat disesuaikan untuk setiap melodi.</p>
<p><img class="alignright" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:EWZvLvpZUI_VnM:http://discover-indo.tierranet.com/images/Wayang/wk_fondjaune.jpg" alt="Wayang Kulit" />&#8220;Wayang kulit&#8221; Jawa dilakukan dengan wayang yang diselenggarakan oleh dalang, yang narates cerita salah satu episode yang terkenal dari epos Hindu, Mahabharata atau Ramayana. Itu dilakukan terhadap layar putih sementara lentera di gips latar belakang bayang-bayang karakter di layar, terlihat dari sisi lain di mana para penonton duduk.</p>
<p><img class="alighleft" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:uGSQqMs01qs0UM:http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/a/a2/Semar_Wayang.jpg" alt="Semar wayang" />&#8220;Wayang Golek&#8221; (boneka kayu) Jawa Barat didasarkan pada konsep yang sama. Kerajinan tangan di Indonesia berbeda-beda di kedua menengah dan bentuk seni. Secara keseluruhan orang-orang yang artistik oleh alam dan mengekspresikan diri pada kanvas, kayu, logam, tanah liat dan batu. Proses batik waxing dan pencelupan berasal dari Jawa berabad-abad lalu dan desain klasik telah dimodifikasi dengan tren modern di kedua pola dan teknologi. Ada beberapa pusat-pusat batik di Jawa, yang utama menjadi Yogyakarta, Surakarta, Pekalongan dan Cirebon.</p>
<p><img class="alignright" src="http://cintaindonesiaku.com/wp-content/uploads/2009/09/batik.jpg" alt="Batik Indonesiaku" />Batik juga diproduksi di beberapa daerah lainnya seperti di Bali dimana desain lokal dimasukkan. Provinsi lain menghasilkan kain tenun tangan dari benang emas dan perak, sutra atau katun dengan desain rumit. Lukisan sangat banyak di seluruh negeri, baik tradisional dan kontemporer, ukiran kayu untuk ornamen dan perabotan, silverwork dan bentuk ukiran Yogyakarta dan Sumatera, filgree dari Sulawesi Selatan dan Bali dengan gaya yang berbeda dari tanah liat, batu pasir dan patung kayu. Ini hanyalah beberapa dari kerajinan ditemukan di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simadugan.com/2010/01/budaya-dan-seni-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ir. Soekarno untuk Indonesia Merdeka</title>
		<link>http://simadugan.com/2009/08/ir-seokarno-untuk-indonesia-merdeka/</link>
		<comments>http://simadugan.com/2009/08/ir-seokarno-untuk-indonesia-merdeka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 17:39:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Olah Raga]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bung hatta]]></category>
		<category><![CDATA[hatta]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[nung kasno]]></category>
		<category><![CDATA[proklamasi]]></category>
		<category><![CDATA[proklamator]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simadugan.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Bangsa Indonesia memiliki seorang proklamator yang patut dibanggakan. Soekarno, lahir di Blitar, Jatim, 6 Juni 1901 , dengan penuh keyakinan memotivasi rakyatnya bersatu berjuang untuk bisa &#8216;berdiri di atas kaki sendiri&#8217; dalam arti yang sebenar benarnya. Baginya tidak ada kesuksesan yang nyata apabila selalu mengandalkan bantuan dari dunia Barat. Soekarno, yang semasa kecil dipanggil Kusno,]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 179px"><img title="Ir. Soekarno" src="http://1.1.1.3/bmi/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c5/Soekarno.jpg/169px-Soekarno.jpg" alt="Ir. Soekarno" width="169" height="250" /><p class="wp-caption-text">Ir. Soekarno</p></div>
<p>Bangsa Indonesia memiliki seorang proklamator yang patut dibanggakan. Soekarno, lahir di Blitar, Jatim, 6 Juni 1901 , dengan penuh keyakinan memotivasi rakyatnya bersatu berjuang untuk bisa &#8216;berdiri di atas kaki sendiri&#8217; dalam arti yang sebenar benarnya. Baginya tidak ada kesuksesan yang nyata apabila selalu mengandalkan bantuan dari dunia Barat. Soekarno, yang semasa kecil dipanggil Kusno, sangat yakin atas kemampuan sumber daya bangsa Indonesia. Pada suatu kesempatan dengan berani ia berkata kepada Amerika Serikat, &#8220;Go to hell with your aids.&#8221; Persetan dengan bantuanmu.<br />
Ia juga kerap mengumandangkan slogan &#8220;Gantungan cita cita mu setinggi bintang&#8221; untuk membawa rakyatnya menuju kehidupan sejahtera, adil dan makmur.</p>
<p>Dengan penuh kewibawaan Soekarno menggelorakan persatuan bagi seluruh rakyatnya. Sepak terjangnya di dunia politik sangat berani dan cukup membuat segan penjajah dan negara-negara maju. Ia berseru kepada negara-negara berkembang yang saat itu baru merdeka untuk bersatu. Bersama sama bergotong royong untuk maju dan menghindari perpecahan.<br />
<span id="more-228"></span><br />
Bagi lawan-lawan politiknya Soekarno dianggap kaum abangan yang &#8220;kurang islami&#8221; yang tidak bergaya religius atau agamais. Mereka bahkan menggolongkannya sebagai gembong kelompok “nasionalis sekuler”. Namun ia telah merumuskan Pancasila dengan sila &#8220;Ketuhanan yang maha esa&#8221; sebagai sila pertamanya. Itulah bukti jiwa agamais dari Soekarno. Pancasila hingga hari ini tetap menjadi ideologi dan dasar negara Republik Indonesia yang berisi rumusan mendasar yang telah luar biasa menfaatnya bagi Indonesia.</p>
<p>Soekarno menyadari betul kemajemukan Indonesia yang terdiri dari beribu pulau. Ia yakin seseorang tetap harus memimpin bangsan ini. Menghadapi perbedaan bukan sebagai rintangan. Mengesampingkan egoisme dan menunjukkan kepada dunia bahwa perbedaan adalah justru kekayaan Indonesia. Bukan untuk penyamaan tetapi untuk suatu tujuan bersama yaitu kemerdekaan yang adil dan makmur. Demikian ia pernah berkata pada penulis buku otobiografinya, “Aku adalah putra seorang ibu Bali dari kasta Brahmana. Ibuku, Idaju, berasal dari kasta tinggi. Raja terakhir Singaraja adalah paman ibuku. Bapakku dari Jawa. Nama lengkapnya adalah Raden Sukemi Sosrodihardjo. Raden adalah gelar bangsawan yang berarti, Tuan. Bapak adalah keturunan Sultan Kediri. Apakah itu kebetulan atau suatu pertanda bahwa aku dilahirkan dalam kelas yang memerintah, akan tetapi apa pun kelahiranku atau suratan takdir, pengabdian bagi kemerdekaan rakyatku bukan suatu keputusan tiba-tiba. Akulah ahli-warisnya.”</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 260px"><img title="Soekarno bersama Fatmawati dan Guntur" src="http://1.1.1.4/bmi/upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/4/42/Famsukarno_fatma.jpg/250px-Famsukarno_fatma.jpg" alt="Soekarno bersama Fatmawati dan Guntur" width="250" height="166" /><p class="wp-caption-text">Soekarno bersama Fatmawati dan Guntur</p></div>
<p>Soekarno telah pernah dipenjara, dibuang dan diasingkan oleh penjajah Belanda karena keberaniannya mengungkap keboborokan Belanda yang mengaku sebagai bangsa yang lebih maju. Tetapi perjuangnnya tidak berakhir begitu saja. dengan melalui jalan yang panjang, di Jalan Pegangsaan Timur No. 52 (sekarang Jln. Proklamasi), Jakarta, pada tanggal 17 Agustus 1945 bersama Drs Muhammad Hatta, Ia mengumandangkan proklamasi kemerdekaan RI. Sekaligus menyiarkannya keseluruh penjuru Indonesia melalui stasiun radio Jepang(sekarang Radio Republik Indonesia).</p>
<p>Soekarno mungkin telah wafat pada Jakarta, 21 Juni 1970. Tetapi Merah putih tetap berkibar dan berjaya dalam ideologi pancasila. Ideologi pemersatu bangsa yang dirancang oleh Ir. Soekarno.</p>
<p>Tautan : <a href="http://aquang-quang.blogspot.com/2009/08/ingat-kemerdekaan-ingat-ir-soekarno.html">Ingat Kemerdekaan Ingat Ir. Soekarno</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simadugan.com/2009/08/ir-seokarno-untuk-indonesia-merdeka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

