<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Silahkan Mampir Dulu Juragan &#187; otonomi daerah</title>
	<atom:link href="http://simadugan.com/tag/otonomi-daerah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://simadugan.com</link>
	<description>Informasi Warisan Budaya Indonesia, Hiburan, Kord dan Lirik Lagu</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Jun 2010 15:13:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pendidikan : Dahulukan Merata ataukah Kualitas?</title>
		<link>http://simadugan.com/2010/01/pendidikan-dahulukan-merata-ataukah-kualitas/</link>
		<comments>http://simadugan.com/2010/01/pendidikan-dahulukan-merata-ataukah-kualitas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 14:30:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[biaya sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[otonomi daerah]]></category>
		<category><![CDATA[pemerataan pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simadugan.com/?p=405</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa saat yang lalu, penulis sempat berbincang-bincang dengan seorang sahabat mengenai kondisi pendidikan di negeri kita tercinta ini. Inti dari perbincangan itu adalah bahwa pendidikan makin tidak terjangkau untuk kalangan menengah kebawah dibeberapa daerah dan kondisi buruknya infrastruktur pendukung serta kualitas pendidikan di luar Pulau Jawa utamanya dikawasan terpencil dan tertinggal.
Seiring dengan program pemerintah untuk]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa saat yang lalu, penulis sempat berbincang-bincang dengan seorang sahabat mengenai kondisi pendidikan di negeri kita tercinta ini. Inti dari perbincangan itu adalah bahwa pendidikan makin tidak terjangkau untuk kalangan menengah kebawah dibeberapa daerah dan kondisi buruknya infrastruktur pendukung serta kualitas pendidikan di luar Pulau Jawa utamanya dikawasan terpencil dan tertinggal.</p>
<p>Seiring dengan program pemerintah untuk menyelesaikan pendidikan dasar 9 tahun dan sokongan sampai perguruan tinggi, nampak sekali bahwa sekarang ada semacam tarik ulur antara pemerintah pusat dan daerah. Disatu pihat tidak mungkin pemerintah pusat memberikan dana menyeluruh untuk pendidikan (yang saya pikir juga logis) dan disatu sisi bahwa tidak semua daerah itu &#8220;kaya&#8221; dan pemimpin daerahnya &#8220;sadar&#8221;.</p>
<p><span id="more-405"></span></p>
<p>Sekarang muncul sebuah pertanyaan apakah dengan dana yang terbatas itu pemerataan pendidikan ataukah kualitas yang didahulukan. Bagi Anda pecinta &#8220;win-win&#8221; solution, saya percaya betul kalau kita mengambil dua-duanya kita menjadi tidak fokus. Disatu sisi dengan pemerataan maka implikasinya adalah biaya pendidikan itu antara Rp. 0 sampai yang benar-benar murah berdasar kondisi ekonomi masyarakat daerah tersebut. Dengan pemerataan didahulukan maka otomatis subsidi untuk pemerataan pendidikan lebih banyak dialokasikan sehingga saya yakin bahwa kualitas akan sedikit tertinggal. Namun disisi lain bila kita menggalakkan kualitas seperti proses Sekolah Standar Nasional ataupun Sekolah Berstandar Internasional, maka tidak bisa dipungkiri pemerataan pendidikan akan berkurang.</p>
<p>Seyogyanya kita berpikir bahwa konstitusi kita mengatur bahwa pemerataan pendidikan lebih diutamakan. Bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan itulah kutipan UUD 1945 kita mengenai pendidikan. Disana diatur bahwa pendidikan merupakan hak warga negara. Bagaimana bila hak tersebut dilucuti dengan &#8220;biaya&#8221; tidak terjangkau? Apakah itu artinya kita sedang mengkhianati konstitusi kita?</p>
<p>Tulisan saya ini tidak berusaha untuk memojokkan siapapun, namun saya ingin bahwa pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan otonominya mengutamakan pemerataan pendidikan baru meningkatkan kualitas. Tentunya dukungan masyarakat dibidang pendidikan haruslah juga berimbang dibandingkan dengan yang diberikan pemerintah. Dengan demikian sinergi tercipta antara masyarakat dengan pemerintah dibidang pendidikan. Saya yakin bila hal ini terjadi maka dalam 50 tahun yang akan datang kita bisa menggapai pendidikan yang bisa dibanggakan dan bersaing dengan negara lain.</p>
<p>Semoga ini bukanlah mimpi penulis saja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simadugan.com/2010/01/pendidikan-dahulukan-merata-ataukah-kualitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

