<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Silahkan Mampir Dulu Juragan &#187; pancasila</title>
	<atom:link href="http://simadugan.com/tag/pancasila/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://simadugan.com</link>
	<description>Informasi Warisan Budaya Indonesia, Hiburan, Kord dan Lirik Lagu</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Jun 2010 15:13:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pancasila, Dasar Negara Yang Luar Biasa</title>
		<link>http://simadugan.com/2009/06/pancasila-dasar-negara-yang-luar-biasa/</link>
		<comments>http://simadugan.com/2009/06/pancasila-dasar-negara-yang-luar-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 05:53:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[agama dan nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[bernegara]]></category>
		<category><![CDATA[pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[pluralisme]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi pancasila]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simadugan.com/2009/06/pancasila-dasar-negara-yang-luar-biasa/</guid>
		<description><![CDATA[Pancasila sebagai dasar negara tidak dapat dipungkiri menjadi pondasi kita untuk berkehidupan berbangsa dan bernegara. Sering kali saya berpikir mengenai Pancasila yang kita kenal sekarang ini yaitu:


Ketuhanan Yang Maha Esa 


Kemanusiaan yang adil dan beradab 


Persatuan Indonesia 


Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 


Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 


Pancasila kalau kita tengok]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Pancasila sebagai dasar negara tidak dapat dipungkiri menjadi pondasi kita untuk berkehidupan berbangsa dan bernegara. Sering kali saya berpikir mengenai Pancasila yang kita kenal sekarang ini yaitu:</p>
<ol>
<li>
<p align="justify">Ketuhanan Yang Maha Esa </p>
</li>
<li>
<p align="justify">Kemanusiaan yang adil dan beradab </p>
</li>
<li>
<p align="justify">Persatuan Indonesia </p>
</li>
<li>
<p align="justify">Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan </p>
</li>
<li>
<p align="justify">Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia </p>
</li>
</ol>
<p align="justify">Pancasila kalau kita tengok sebentar, sebenarnya mengandung unsur dasar : agamis, nasionalis dan sosialis. </p>
<p> <span id="more-134"></span>
<p align="justify">Agamis karena kita sabagai warga negara Indonesia harus berkeyakinan tentang adanya Tuhan, baik yang menganut agama yang disyahkan pemerintah ataupun kepercayaan pribadi/golongan. Sila pertama ini menjunukkan hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan-nya. Kemanusiaan yang adil dan beradab merupakan suatu bingkai kebersamaan antara manusia dalam suatu keharmonisan yang disebut berkeadilan dan peradaban. Sila kedua ini menunjukkan suatu hubungan horizontal dengan sesama manusia.</p>
<p align="justify">Nasionalis merupakan hal yang dibahas dalam sila selanjutnya yaitu kebersamaan rakyat Indonesia dalam satu koridor negara Indonesia. Sila keempat merupakan sutu wujud kekuasaan rakyat yang terwujud dalam kebersamaan melalui permusyawarahan dan perwakilan. Kita tahu pada jaman modern ini model permusyawaratan yang ideal telah dicampur dengan pemungutan suara (vote). Namun bagaimanapun juga identitas kebersamaan dalam pengambilan keputusan bersama tetaplah didasarkan pada musyawarah untuk mufakat.</p>
<p align="justify">Sosialis, merupakan penyeimbang hubungan antar kelas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sila kelima mewujudkan adanya keadilan bagi semua rakyat Indonesia. Menurut saya, keadilan ini harus diejawantahkan dalam semua segi kehidupan, semisal : pembangunan, hukum, politik, ekonomi, kebudayaan dan pertahanan.</p>
<p align="justify">Dalam perjalanan negara dan sejarah kita dimasa lampau, filosofi Pancasila ini sangatlah jelas terukir dalam ragam budaya Nusantara. Kebersamaan, gotong-royong dan musyawarah merupakan salah satu cerminan yang bisa jelas kita lihat. Abad 21 telah kita injak, globalisasi ada didepan mata akankah kita melupakan Pancasila kita? Agaknya sangat naif bila kita mencoba menggeser filosofi kita telah ada selama berabad-abad Nusantara dikenal entah dengan liberalisasi, negara agama ataupun komunis (sosialis kiri).</p>
<p align="justify">Negara kita ini merupakan suatu negara yang sangat unik dengan jumlah suku dan etnis yang beragam, agama yang bermacam-macam dan kultur yang berbeda-beda. Seyogyanya kita dapat merenungkan kembali Pancasila ini, sesekali dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara. Perenungan akan Pancasila dapat meningkatkan taqwa, hubungan baik dengan sesama, hubungan yang indah antara atasan dan bawahan, pejabat dan rakyat serta menciptakan keharmonisan bersama dalam satu bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. </p>
<p align="justify">&#160;</p>
<blockquote><p align="justify">Tulisan diatas merupakan pemikiran penulis sendiri dan merefleksikan apa yang penulis rasakan selama ini.</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simadugan.com/2009/06/pancasila-dasar-negara-yang-luar-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

