<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Silahkan Mampir Dulu Juragan &#187; wayang</title>
	<atom:link href="http://simadugan.com/tag/wayang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://simadugan.com</link>
	<description>Informasi Warisan Budaya Indonesia, Hiburan, Kord dan Lirik Lagu</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Jun 2010 15:13:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Budaya dan Seni Indonesia</title>
		<link>http://simadugan.com/2010/01/budaya-dan-seni-indonesia/</link>
		<comments>http://simadugan.com/2010/01/budaya-dan-seni-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 14:42:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[adat]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cerita rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[gotong royong]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pulau]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[tari]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[ukiran]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simadugan.com/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia kaya dalam seni dan budaya yang berkaitan dengan agama dan tradisi kuno dari zaman awal migran dengan pikiran Barat yang dibawa oleh para pedagang Portugis dan penjajah Belanda. Prinsip-prinsip dasar panduan hidup yang mencakup konsep gotong-royong atau &#8220;gotong royong&#8221; dan konsultasi atau musyawarah &#8220;untuk mencapai konsensus atau&#8221; mufakat &#8220;Berasal dari kehidupan pedesaan, sistem ini]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/69/Batik-Yogyakarta.jpg/180px-Batik-Yogyakarta.jpg" alt="Pembuatan Batik di Jogjakarta" width="180" height="132" />Indonesia kaya dalam seni dan budaya yang berkaitan dengan agama dan tradisi kuno dari zaman awal migran dengan pikiran Barat yang dibawa oleh para pedagang Portugis dan penjajah Belanda. Prinsip-prinsip dasar panduan hidup yang mencakup konsep gotong-royong atau &#8220;gotong royong&#8221; dan konsultasi atau musyawarah &#8220;untuk mencapai konsensus atau&#8221; mufakat &#8220;Berasal dari kehidupan pedesaan, sistem ini masih sangat banyak digunakan dalam kehidupan masyarakat di seluruh negara.<br />
<img class="alignright" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8b/Gamelan-Yogyakarta.jpg/180px-Gamelan-Yogyakarta.jpg" alt="Pemain Gamelan" />Meskipun sistem hukum didasarkan pada kode pidana Belanda lama, kehidupan sosial serta upacara adat didasarkan pada atau &#8220;adat&#8221; hukum yang berbeda dari daerah ke daerah. &#8220;Adat&#8221; hukum memiliki dampak yang mengikat kehidupan dan Bahasa Indonesia dapat disimpulkan bahwa undang-undang ini telah memainkan peranan dalam mempertahankan hak-hak yang sama bagi perempuan dalam masyarakat. Pengaruh agama pada masyarakat yang berbeda-beda jelas dari pulau ke pulau.<span id="more-398"></span></p>
<p>Tidak seperti beberapa negara bentuk-bentuk seni di Indonesia tidak hanya didasarkan pada cerita rakyat, seperti yang banyak dikembangkan di pengadilan seperti mantan kerajaan-kerajaan di Bali, di mana mereka adalah bagian dari upacara keagamaan. Drama tari yang terkenal di Jawa dan Bali berasal dari mitologi Hindu dan sering menampilkan fragmen dari Ramayana dan Mahabharata epos Hindu.<br />
Sangat bergaya dalam gerakan dan kostum, tarian dan &#8220;wayang&#8221; drama yang disertai dengan penuh &#8220;gamelan&#8221; orkestra terdiri xylophone, drum, gong, dan dalam beberapa kasus instrumen string dan seruling. Xylophone bambu yang digunakan di Sulawesi Utara dan bambu &#8220;angklung&#8221; instrumen Jawa Barat terkenal denting catatan mereka yang unik yang dapat disesuaikan untuk setiap melodi.</p>
<p><img class="alignright" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:EWZvLvpZUI_VnM:http://discover-indo.tierranet.com/images/Wayang/wk_fondjaune.jpg" alt="Wayang Kulit" />&#8220;Wayang kulit&#8221; Jawa dilakukan dengan wayang yang diselenggarakan oleh dalang, yang narates cerita salah satu episode yang terkenal dari epos Hindu, Mahabharata atau Ramayana. Itu dilakukan terhadap layar putih sementara lentera di gips latar belakang bayang-bayang karakter di layar, terlihat dari sisi lain di mana para penonton duduk.</p>
<p><img class="alighleft" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:uGSQqMs01qs0UM:http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/a/a2/Semar_Wayang.jpg" alt="Semar wayang" />&#8220;Wayang Golek&#8221; (boneka kayu) Jawa Barat didasarkan pada konsep yang sama. Kerajinan tangan di Indonesia berbeda-beda di kedua menengah dan bentuk seni. Secara keseluruhan orang-orang yang artistik oleh alam dan mengekspresikan diri pada kanvas, kayu, logam, tanah liat dan batu. Proses batik waxing dan pencelupan berasal dari Jawa berabad-abad lalu dan desain klasik telah dimodifikasi dengan tren modern di kedua pola dan teknologi. Ada beberapa pusat-pusat batik di Jawa, yang utama menjadi Yogyakarta, Surakarta, Pekalongan dan Cirebon.</p>
<p><img class="alignright" src="http://cintaindonesiaku.com/wp-content/uploads/2009/09/batik.jpg" alt="Batik Indonesiaku" />Batik juga diproduksi di beberapa daerah lainnya seperti di Bali dimana desain lokal dimasukkan. Provinsi lain menghasilkan kain tenun tangan dari benang emas dan perak, sutra atau katun dengan desain rumit. Lukisan sangat banyak di seluruh negeri, baik tradisional dan kontemporer, ukiran kayu untuk ornamen dan perabotan, silverwork dan bentuk ukiran Yogyakarta dan Sumatera, filgree dari Sulawesi Selatan dan Bali dengan gaya yang berbeda dari tanah liat, batu pasir dan patung kayu. Ini hanyalah beberapa dari kerajinan ditemukan di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simadugan.com/2010/01/budaya-dan-seni-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PETRUK</title>
		<link>http://simadugan.com/2009/11/petruk/</link>
		<comments>http://simadugan.com/2009/11/petruk/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 09:38:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suls</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bambang penyukilan]]></category>
		<category><![CDATA[petruk]]></category>
		<category><![CDATA[punakawan]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simadugan.com/2009/11/petruk/</guid>
		<description><![CDATA[Lahir dengan nama Bambang Penyukilan, seorang ksatria sakti yang hidup pada jaman Dunia Wayang masih bergema kejayaan negri Maespati, ratusan warsa sebelum kejayaan Prabu Rama dari negri Ayodya. Tidak begitu jelas asal usul Bambang Penyukilan. Ada yang mengatakan dia adalah keturunan bangsa Raksasa, anak seorang pertapa sakti Begawan Salantara. Tapi yang paling banyak dipercaya orang,]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Lahir dengan nama Bambang Penyukilan, seorang ksatria sakti yang hidup pada jaman Dunia Wayang masih bergema kejayaan negri Maespati, ratusan warsa sebelum kejayaan Prabu Rama dari negri Ayodya. Tidak begitu jelas asal usul Bambang Penyukilan. Ada yang mengatakan dia adalah keturunan bangsa Raksasa, anak seorang pertapa sakti Begawan Salantara. Tapi yang paling banyak dipercaya orang, dia adalah seorang keturunan raja Jin, Prabu WelGeduwelBeh dan permaisuri dari bangsa Gandarwa.</p>
<p align="justify"><img style="display: inline; margin: 0px 10px 0px 0px" src="http://www.pitoyo.com/duniawayang/mod/publisher/media/12.jpg" align="left" /> </p>
<p align="justify">Yang jelas, dikisahkan kemudian Bambang Penyukilan tumbuh menjadi ksatria yang sakti tanpa tanding, juga kaya, sehingga timbul watak sombongnya, untuk membuktikan bahwa dialah yang paling sakti di seluruh Dunia Wayang. Takdir mempertemukannya dengan seorang ksatria sakti lain bernama Bambang Sukati. Seorang sakti dari bangsa Gandarwa, yang kebetulan juga memiliki sesumbar yang sama dengan Panyukilan.</p>
<p align="justify">Begitu lama keduanya bertempur. Sama sakti, sama kuat, keduanya sama-sama luka parah, badan mereka hancur, muka mereka tak lagi setampan sebelumnya. </p>
<p> <span id="more-340"></span>
<p align="justify">Dan keduanya menjadi kasat mata. Bangsa Jin dan Gandarwa yang sedianya tak kasat mata, luka-luka parah itu membuat mereka menjadi kasat mata, terluka mengerikan dan cacat.</p>
<p align="justify">Adalah Semar yang melerai mereka, menolong mereka dari kematian, menyembuhkan luka fisik, dan pikiran mereka. Tapi tetap penampilan mereka menjadi berbeda. Mereka pun berganti nama. Sukati menjadi Nala Gareng, dan Panyukilan menjadi Petruk.</p>
<p align="justify">Kehidupan Petruk berubah sejak itu. Petruk belajar banyak tentang makna hakiki kehidupan dari Semar. Yang ada pada pikiran dan hatinya kemudian hanyalah mengabdi dan mengabdi. Mengabdi kepada kebenaran, mengabdi kepada kehidupan. Kesaktian Petruk tetap tinggi, tapi dia tak lagi pernah dengan sombong menunjukkan kesaktiannya. Tingginya ilmu kanuragan hanya dipakai ketika terpaksa, ketika semua orang lupa, dia mengalahkan dan mengingatkan semua yanglupa dengan kesaktiannya.</p>
<p align="justify">Dia menanggalkan semua kekayaannya. Ketika orang lain bangga dengan kekayaan atas semua apa yang dipunya, Petruk justru merasa kaya ketika tidak punya apa-apa. Semuanya diberikan kepada orang lain, kantongnya menjadi kosong, karena itulah dia dijuluki Petruk Kantong Bolong, sudah merasa kaya dengan kantong tanpa isi. Seluruh hidupnya dicurahkan untuk mengabdi raja-raja besar. Dari sejak Rama penguasa Ayodya, Abiyasa ketika bertahta di Hastinapura, sampai jaman Pandu Dewanata, kemudian mengabdi Arjuna, sampai Abimanyu, dan jaman kejayaan Parikesit. Pengabdiannya bukanlah pengabdian buta, karena pengabdian yang sesungguhnya dia curahkan kepada kehidupan dan Sang Pencipta. Petruk tak segan-segan menegur tuan-tuannya bila dari matanya, para raja itu dianggap melakukan kesalahan.    <br />Kematiannya masih menjadi misteri, dia hilang bersama raganya entah kemana. </p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">sumber : <a title="http://www.pitoyo.com/duniawayang/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;artid=39" href="http://www.pitoyo.com/duniawayang/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;artid=39">http://www.pitoyo.com/duniawayang/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;artid=39</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simadugan.com/2009/11/petruk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEMAR (asal-usul)</title>
		<link>http://simadugan.com/2009/09/mr-big-just-take-my-heart/</link>
		<comments>http://simadugan.com/2009/09/mr-big-just-take-my-heart/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 14:13:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suls</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[pandawa]]></category>
		<category><![CDATA[semar]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simadugan.com/2009/09/mr-big-just-take-my-heart/</guid>
		<description><![CDATA[
Wayang Purwa adalah perlambang kehidupan manusia di dunia ini. Pada intinya,  wayang berasal dari dewa-dewa bernama Hyang Manikmaya (Betara Guru) dan Hyang Ismaya (Semar). Mereka adalah putera dari Hyang Tunggal. Hyang Tunggal tidak diwujudkan dalam wayang. Kedua putera itu muncul secara bersamaan dalam bentuk cahaya. Manikmaya bercahaya bersinar-sinar. Ismaya bercahaya kehitam-hitaman. Kedua cahaya ini]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><small><span style="font-size: x-small;"><span style="font-size: medium;"><strong></strong></span></span></small></p>
<p align="justify"><small><span style="font-size: x-small;"><span style="font-size: medium;"><strong>Wayang Purwa</strong></span> </span></small>adalah perlambang kehidupan manusia di dunia i<img style="display: inline; margin: 5px 10px 15px 0px" src="http://www.seasite.niu.edu/Indonesian/Wayang/contents/semar.jpg" alt="" width="142" height="172" align="left" />ni. Pada intinya,  wayang berasal dari dewa-dewa bernama Hyang Manikmaya (Betara Guru) dan Hyang Ismaya (Semar). Mereka adalah putera dari Hyang Tunggal. Hyang Tunggal tidak diwujudkan dalam wayang. Kedua putera itu muncul secara bersamaan dalam bentuk cahaya. Manikmaya bercahaya bersinar-sinar. Ismaya bercahaya kehitam-hitaman. Kedua cahaya ini berebut untuk mendapatkan status sebagai yang tertua diantara mereka.</p>
<p align="justify">Kemudian Hyang Tunggal bersabda, bahwa yang tertua adalah cahaya yang kehitam-hitaman, tetapi diramalkan bahwa dia tak dapat berjiwa sebagai Dewa Ia diberi nama Ismaya. Karena ia memiliki sifat sebagai manusia maka dititahkan <span id="more-247"></span>supaya tetap tinggal di dunia dan mengasuh turunan Dewa yang berdarah Pendawa. Maka diturunkanlah ia kedunia dan bernama Semar, yang berbentuk manusia yang sangat jelek rupa.</p>
<p align="justify">Cahaya yang bersinar terang diberi nama Manikmaya dan tetap tinggal di Suralaja (kerajaan Dewa). Manikmaya merasa bangga, karena tidak mempunyai cacat dan sangat berkuasa. Tetapi sikap yang demikian itu menyebabkan Hyang Tunggal memberinya beberapa kelemahan.</p>
<p align="justify">Kedua kejadian ini   merupakan perlambang. Ismaya adalah lambang badan manusia yang kasar dan Manikmaya lambang kehalusan bathin manusia. Raga kasar (Semar) senantiasa menjaga kelima Pendawa yang berujud Panca indera atau kelima perasaan tubuh manusia: indera penciuman (Yudistira); indera pendengaran (Werkodara); indera penglihatan (Arjuna); indera perasa (Nakula), dan indera peraba (Sadewa).</p>
<p align="justify">Tugas dari Semar adalah menjaga kesejahteraan Pendawa , supaya mereka menjauhi peperangan dengan Korawa (rasa amarah). Tetapi Hyang Manikmaya lah yang senantiasa menggoda sehingga Pendawa dan Kurawa tidak pernah berhenti berperang. Hingga akhirnya terjadilah Baratayuda, di mana Pendawalah yang menjadi pemenangnya.</p>
<p><em><small>Dikutip dan disarikan dari Harjowirogo, <span style="text-decoration: underline;">Sejarah Wayang Purwa</span>, Jakarta: Balai Pustaka, 1968.</small></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simadugan.com/2009/09/mr-big-just-take-my-heart/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

